Trending

Menhub tekankan efisiensi sektor logistik melalui investasi teknologi - Beritaja

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Yang terpenting adalah gimana kita lebih efisien, lebih kompak

Nusa Dua, Bali (BERITAJA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menekankan efisiensi sektor logistik melalui investasi teknologi untuk mendukung masa depan rantai pasok yang berkelanjutan.

“Yang terpenting adalah gimana kita lebih efisien, lebih kompak,” kata Menhub di sela membuka konvensi logistik dan forwarder Asia Pasifik di Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.

Pemanfaatan teknologi itu di antaranya big data hingga artifisial intelegence yang dalam berkontribusi terhadap efisiensi sektor logistik.

Selain efisiensi, dia juga mendorong pelaku upaya logistik dan forwarder untuk meningkatkan jaringan tak hanya di dalam negeri tapi juga di luar negeri.

Senada dengan Menhub, Ketua Kamar Dagang dan Industri Arsjad Rasjid dalam kesempatan yang sama mengatakan sektor logistik diharapkan dapat meningkatkan efisiensi untuk mendorong kontribusi terhadap perekonomian lebih tinggi.

Selain itu, keberlanjutan juga merupakan perihal yang krusial untuk mendukung transisi daya menuju ramah lingkungan.

“Ke depan kami mesti efisien dan nantinya bakal tumbuh lebih dari apa yang sekarang ini lima persen, salah satu kuncinya dari logistik. Tanpa logistik yang baik dan efisien, ekonomi tidakmampu naik,” ucapnya.

Sektor logistik Indonesia pada 2023 berkontribusi 5,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional dengan pertumbuhan tahunan mencapai tujuh persen.

Pertumbuhan itu didorong oleh peningkatan volume perdagangan, ekspansi prasarana dan mengambil teknologi baru dalam manajemen rantai pasok.

Ketua Umum Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Akbar Djohan menjelaskan investasi dalam teknologi hijau dan solusi logistik merupakan kebutuhan mendesak.

Ada pun penggunaan teknologi seperti artificial intellingence (AI) dan big data dalam manajemen rantai pasok, kata dia, menunjukkan efisiensi biaya operasional hingga 20 persen dan emisi karbon hingga 15 persen.

Pasar pengangkutan (freight) dan logistik dunia diperkirakan tumbuh sebesar 18,69 miliar dolar AS pada 2026 dengan tingkat pertumbuhan tahunan rata-rata sebesar 4,4 persen.

Di Asia Pasifik, Mordor Intelligence menyebut ukuran nilai pasar logistik dan forwarder mencapai 3,55 triliun dolar AS pada 2024 dan diperkirakan mencapai 4,56 triliun dolar AS pada 2029.

Ada pun pengangkutan logistik mencakup penjualan jasa oleh perusahaan yang mengangkut peralatan dan komoditas melalui darat, laut, dan udara serta mencakup operator pergudangan, transportasi, pengiriman, hingga pengemasan.

Baca juga: Menhub: Penerbangan ke IKN ditambah mengenai seremoni HUT RI Agustus
Baca juga: Kendaraan listrik di IKN mulai beraksi Agustus 2024


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close