Trends

Menhub dukung optimalisasi bisnis di NTAA demi perekonomian negara - Beritaja

Sedang Trending 2 hari yang lalu
beritaja.com
Discover Millions of Products
Tujuannya agar wilayah Nipa menjadi lebih produktif danmampu menjadi contoh bagi tempat-tempat STS (Ship To Ship) lain di dalam negeri.

Jakarta (BERITAJA) - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mendukung optimasi aktivitas upaya kapal asing di Nipa Transshipment Anchorage Area (NTAA), Pulau Nipa, Kepulauan Riau (Kepri), demi meningkatkan perekonomian negara.

“Kami berbareng Pak Luhut membikin suatu ketetapan baru untuk mempermudah dan meningkatkan aktivitas upaya di wilayah Nipa, Kepri. Tujuannya agar wilayah Nipa menjadi lebih produktif danmampu menjadi contoh bagi tempat-tempat STS (Ship To Ship) lain di dalam negeri, yang pada akhirnya dapat memberikan untung ekonomi bagi Indonesia,” kata Menhub dalam keterangan, di Jakarta, Kamis.

Menhub menyampaikan perihal tersebut dalam Rapat Koordinasi Kegiatan Bisnis di Wilayah Nipa, Kepri, yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan, di Nusa Dua, Bali, Kamis.

Menurut Menhub, mendukung perihal tersebut lantaran area itu merupakan letak Ship To Ship (STS) namalain tempat berpindahnya beberapa produk dari luar negeri ke Indonesia alias sebaliknya.

Namun demikian, kata Menhub, dia berambisi ada penegakan norma yang tegas bagi kapal-kapal asing yang melanggar aturan, seperti membuang limbah di perairan Indonesia.

Hal itu dimungkinkan, kata Menhub lagi, mengingat Kemenhub mempunyai aplikasi Inaportnet yang dapat digunakan untuk memantau pergerakan kapal di seluruh wilayah Indonesia.

“Dengan teknologi yang ada di Inaportnet, kita dapat mengetahui profil kapal yang melakukan pelanggaran, seperti halnya yang nekat membuang limbah. Dengan begitu, abdi negara dapat langsung melakukan penindakan terhadap kapal tersebut,” ujar Menhub pula.

Menhub menyatakan pula, pihaknya juga siap menyederhanakan izin untuk mempermudah aktivitas upaya kapal-kapal asing di wilayah Nipa.

“Terkait izin yang menjadi kewenangan Kemenhub, kami siap menyesuaikan dan tidak bakal mempersulitnya,” ujar Menhub pula.

Lebih lanjut, Menhub juga mengpenghargaan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan yang membuka kesempatan bagi para penanammodal asing untuk berkompetisi secara sehat di wilayah Nipa.

Menurut Menhub, keputusan ini membikin para penanammodal asing bakal lebih leluasa untuk berkegiatan di Nipa, tentunya dengan mengikuti izin yang telah dibuat oleh pemerintah.

Menhub juga menyambut baik langkah Menko Luhut yang memberikan kemudahan operasional bagi kapal wisata, cruise dan yacht, dari sisi kebijakan dan operasional untuk berlayar di perairan Indonesia.

Menurut Menhub, langkah itu bakal berakibat positif bagi pariwisata dan perekonomian Indonesia.

“Kita bakal memberi kemudahan bagi cruise dan yacht untuk beraksi di Indonesia. Dengan begitu, masyarakat dapat menikmati pengalaman yang luar biasa menggunakan kapal wisata tersebut di beberapa kota, seperti Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali, hingga Labuan Bajo,” kata Menhub.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan bahwa beragam peraturan mengenai aktivitas maritim di Indonesia mesti diharmonisasikan antara kementerian dan lembaga.

Menurutnya, langkah itu perlu dilakukan agar peraturan-peraturan yang ada tidak menyulitkan para pelaku upaya yang pada akhirnya malah merugikan Indonesia.

“Jangan membikin patokan yang mempersulit diri kita sendiri. Semua peraturan mesti diharmonisasi untuk kepentingan nasional,” ujar Menko Luhut.

Ke depan, Menko Luhut juga meminta Badan Keamanan Laut (Bakamla) dan TNI AL agar menjamin keamanan kapal-kapal yang berlayar di perairan Indonesia. Tak hanya itu, dia pun meminta agar proses manajemen dan perizinan menjadi paperless agar lebih efisien.

Turut datang dalam rapat koordinasi ini, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono (daring), serta perwakilan dari sejumlah instansi, seperti Bakamla, TNI AL, Bea Cukai, Pelni, Pelindo, hingga Balai Karantina.
Baca juga: Menhub: Pelayanan Ship To Ship di Pulau Nipa mesti terus dioptimalkan
Baca juga: Swasta bangun kilang minyak di Pulau Nipa Batam


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close