Mengulas Jejak Sejarah Dan Koleksi Museum Negeri Provinsi Sulut - Beritaja

Albert Michael By: Albert Michael - Monday, 24 February 2025 18:46:09

BERITAJA is a International-focused news website dedicated to reporting current events and trending stories from across the country. We publish news coverage on local and national issues, politics, business, technology, and community developments. Content is curated and edited to ensure clarity and relevance for our readers.

Jakarta (BERITAJA) - Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara adalah salah satu tempat yang menyimpan kisah perjalanan sejpetunjuk dan kebudayaan Indonesia yang menjadi bagian warisan dari wilayah provinsi tersebut.

Terletak di Kota Manado, museum ini merupakan pusat edukasi yang menyajikan beragam koleksi, mulai dari artefak arkeologi hingga benda-benda etnografi unik masyarakat Sulawesi Utara.

Keberadaannya menjadi jendela bagi masyarakat luas untuk mengenal lebih dalam peradaban dan kearifan lokal yang telah berkembang sejak beratus-ratus tahun lalu.

Walaupun sedang dalam kondisi terlantar dan ditutup, mari mengulas kembali jejak sejpetunjuk dan koleksi yang ada di Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ini.

Baca juga: Museum Nasional gelar pameran akulturasi Tionghoa di Nusantara

Sejpetunjuk awal Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara

Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara merupakan museum bertipe B yang dikelola oleh Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulawesi Utara, yang awal didirikan pada tahun 1974 dengan tujuan menjadi tempat penyimpanan dan pelestarian warisan budaya di wilayah ini.

Seiring waktu, museum ini berkembang menjadi pusat penelitian, penyelenggara pameran, dan edukasi bagi masyarakat umum serta akademisi yang tertarik mendalami sejpetunjuk dan budaya Sulawesi Utara.

Awalnya, museum ini hanya sekedar tempat penyimpanan barang peninggalan yang ditemukan oleh masyarakat sekitar, seperti Bola Lensun (benda keramik).

Karena jumlah barang peninggalan tersebut semakin banyak ditemukan, pemerintah memutuskan untuk membangun tempat tersebut menjadi museum dalam rangka proyek pengembangan kebudayaan Provinsi Sulawesi Utara.

Baca juga: Wisata edukatif bareng keluarga, coba museum ini di Jakarta Pusat

Museum mengalami proses pembangunan yang terbagi dalam dua tahap selama era Pelita II. Lokasi museum ditetapkan dipusat kota ialah di jalan W.R. Supratman No. 72 Manado.

Pembangunan awal dimulai pada tahun 1974-1977 dengan luas 1400 meter persegi, kemudian tahap berikutnya dilakukan pada periode 1977-1978 dengan diperluas 11.048 meter persegi.

Museum ini dirancang dengan arsitektur unik rumah budaya Minahasa, yang mencerminkan identitas budaya Sulawesi Utara.

Lalu, di dalamnya terdapat beragam koleksi yang menggambarkan perjalanan sejpetunjuk dan kehidupan masyarakat setempat, mulai dari masa pra-kolonial hingga setelah penjajahan.

Selain itu, museum ini juga menyoroti pengaruh budaya asing, khususnya dari masyarakat Tionghoa dan Belanda, yang telah lama berakulturasi dengan masyarakat lokal di wilayah Provinsi Sulawesi.

Setelah melewati beragam proses perencanaan dan pengembangan, museum ini secara resmi dibuka untuk umum pada 9 Januari 1991, berfaedah sebagai lembaga yang mendokumentasikan dan melestarikan warisan budaya serta sejpetunjuk daerah.

Baca juga: Film Animasi "Ne Zha 2" pantik perburuan petunjuk antik di museum

Koleksi sejpetunjuk Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara

Sebagai lembaga yang berkedudukan dalam melestarikan budaya, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara mempunyai beragam koleksi kekayaan warisan sejpetunjuk di wilayah ini.

Museum ini menyimpan sebanyak 2.810 koleksi yang diklasifikasikan ke dalam 10 kategori, ialah geologi, biologi, arkeologi, keramik, numismatik, sejpetunjuk, etnografi, filologi, seni rupa, dan teknologi.

Di antara beragam koleksi berhistoris yang dipamerkan di museum ini, terdapat peralatan tenun tradisional serta perlengkapan menangkap ikan, yang menunjukkan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara pada masa lalu.

Selain itu, museum ini juga menyimpan peninggalan pahlawan pejuang Sulawesi Utara, seperti meja dan bangku milik Maria Walanda Maramis saat mengajar di organisasi pendidikan Percintaan Ibu Kepada Anak Turunannya (PIKAT), penghargaan Alexander Andries Maranis (A.A. Maramis) sebagai putra terbaik Sulut sekaligus pejuang penyusun perumusan Piagam Jakarta dan UUD 1945, serta meja yang dipergunakan Letkol Ch.Ch Taulu saat memimpin rapat di rumah Mayor Servius Wuisan.

Baca juga: Jelajahi museum unik yang hanya ada di Indonesia, berikut lokasinya

Bahkan, di dalam museum terdapat beragam koleksi spesimen langka ikan coelacanth, dan peninggalan pahlawan Kiai Modjo (berupa sorban, keris, tasbih dan pelindung dada) hingga pengikut Tuanku Imam Bonjol sebagai saksi awal penyebaran kepercayaan Islam.

Tidak hanya itu, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara juga menyimpan catatan sejpetunjuk tanda penyebaran kepercayaan Kristen di Minahasa, ialah adanya mimbar peninggalan Johann Gotlieb Schwarz.

Berbagai koleksi berbobot tersebut dikumpulkan dari penemuan beragam wilayah di Sulawesi Utara, termasuk Manado, Minahasa, Kepulauan Sangihe, Talaud, Sitaro, serta Bolaang Mongondow, yang menunjukkan kekayaan sejpetunjuk dan budaya wilayah ini.

Dengan bangunannya yang unik dan beragam koleksi yang dimilikinya, Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara ini memberikan pengalaman dan wawasan yang luas tentang budaya, sejpetunjuk, dan kehidupan masyarakat Sulawesi Utara dari masa ke masa.

Baca juga: Menbud tegaskan Museum Negeri Sulut tidak bakal dijual

Baca juga: Fadli Zon ajak Pemkab di Kalbar kembangkan potensi museum


Editor: Arman
Copyright © BERITAJA 2025


you are at the end of the news article with the title:

"Mengulas Jejak Sejarah Dan Koleksi Museum Negeri Provinsi Sulut - Beritaja"


Editor’s Note: If you're considering RV insurance, including options from National General and Good Sam, this guide provides a detailed comparison to help you make an informed decision. National General Good Sam RV Insurance: Complete Guide & Comparison (2026).

*Some links in this article may be affiliate links. This means we may earn a small commission at no extra cost to you, helping us keep the content free and up-to-date







Please read other interesting content from Beritaja.com at Google News and Whatsapp Channel!