Trending

Mengintip kekayaan kuliner di sekitar Hutan Amazon - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Di ketinggian kota La Paz, Bolivia, beberapa jurumasak jempolan di Amerika Latin membikin penghormatan untuk kekayaan bahan makanan nang berasal dari Hutan Amazon.

Mereka adalah jurumasak Marsia Taha dari Bolivia dan Virgilio Martinez dari Peru, nang mau membangun kesadaran bahwa wilayah di sekitar Hutan Amazon mempunyai ragam makanan nang menakjubkan, apalagi terkadang tidak biasa dan bahwa masyarakat original tetap mengumpulkan bahan makanan dari rimba itu, seperti disiarkan Reuters, Selasa.

Berita lain dengan Judul: Menjaga dan mengolah boga bahari Indonesia Timur

Di restoran Gustu milik Taha, nang terletak di La Paz, beragam corak warna dan rasa ditata di atas meja nang dihiasi dedaunan. Mereka merayakan keragaman gastronomi Amazon Bolivia dan Peru.

Koki Virgilio Martinez meracik makanan nang bahan-bahannya diambil dari Hutan Amazon, di restoran Gustu di La Paz, Bolivia. (BERITAJA.COM/REUTERS/Claudia Morales)

"Ini bukan hanya seremoni tentang Amazon dan keanekaragaman hayatinya, tapi, juga para produsen. Merekalah nang membikin bahan-bahan ini sampai ke rumah dan restoran kami," kata Taha.

Taha dan Martinez membikin makanan dari bahan-bahan nang tidak lazim didengar, seperti gusanillo alias cacing cabai, kulit kayu nang terasa seperti bawang putih, dan madu dari lebah nang tidak mempunyai sengat.

Penduduk original nang tinggal di sekitar rimba hujan tropis Amazon menggunakan panah untuk berburu, mereka juga menangkap ikan nang panjangnya bisa mencapai satu kaki (30 centimeter).

Berita lain dengan Judul: Sultra promosikan pangan lokal kepada Raja-Raja se-Nusantara

Selain berburu, masyarakat original juga memanen paprika dan jagung, lampau membawa hasil bumi itu ke kota-kota besar, nang jaraknya bisa mencapai ratusan mil.

Potongan daging kadal nang digunakan untuk makanan kreasi jurumasak Virgilio Martinez dan Marsia Taha. (BERITAJA.COM/REUTERS/Claudia Morales)

Martinez mengatakan belakangan ini aktivitas bermunculan untuk menjaga produk dan rasa kuliner.

"Selama lima tahun belakangan, kami memandang budaya Amerika Latin nang begitu kuat, nang mau mempertahankan indentitasnya. Mereka mau menjaga kebudayaan nang berasal dari leluhur," kata Martinez.

Memanfaatkan keahlian mereka sebagai koki, Martinez tergerak untuk membikin makanan untuk menunjukkan keragaman pangan Amazon. 

Berita lain dengan Judul: Bersantap di restoran rasa rimba rimba di Madagaskar

"Kami bisa membuatnya dengan sederhana, namun, anggun," kata Martinez.
 

Koki Virgilio Martinez meracik makanan nang bahan-bahannya diambil dari Hutan Amazon, di restoran Gustu di La Paz, Bolivia. (BERITAJA.COM/REUTERS/Claudia Morales)

Martinez dan Taha mengambil bahan makanan dari sekitar 200 organisasi budaya di Amazon melalui proyek Sabores Silvestres (Cita Rasa Alam) nang diadakan restoran Gustu. Proyek tersebut menghabiskan 15 tahun untuk meneliti bahan-bahan makanan nang ada di Amazon.

"Kami sudah bekerja sama dengan 200 organisasi budaya dan lebih dari 600 produk terdaftar. Kami juga menggunakan bahan-bahan itu di restoran, nang membikin kami sangat bangga," kata Taha.

Berita lain dengan Judul: Cicipi cokelat "hutan jamur" dan panna cotta Sakura dari Osaka

: Natisha Andarningtyas

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close