Trending

Mengenal apa itu sesar atau patahan, beserta jenis-jenisnya - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Sesar alias patahan merupakan salah satu kejadian pengetahuan bumi yang krusial untuk diketahui, terutama di Indonesia yang dikenal sebagai negara yang rawan dengan gempa bumi.

Sesar alias patahan merupakan kejadian retakan di permukaan bumi di mana dua blok batuan telah bergerak aktif terhadap satu sama lain.

Pergerakan tersebut,mampu mengakibatkan gempa bumi yang dapat berakibat besar pada kehidupan dan prasarana di atas permukaan tanah.

Untuk memahami lebih lanjut apa itu sesar, berikut adalah penjelasan mengenai sesar alias patahan beserta jenis-jenisnya yang sudah dirangkum oleh BERITAJA, dilansir dari laman resmi Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Sesar terbagi menjadi 3 jenis, di antaranya adalah:

1. Sesar naik (thrust fault)

Sesar naik terjadi ketika blok batuan di atas sesar bergerak naik secara berbarengan terhadap blok-blok di bawahnya.

Sesar naik merupakan tekanan maksimum yang bekerja secara mendatar pada batuan, dan menyebabkan salah satu bagian batuan bergerak ke atas.

Sesar ini sering ditemukan di wilayah pegunungan yang mengalami tekanan kompresional. Seperti contoh, pegunungan Himalaya yang terbentuk akibat tumbukan antara lempeng Indo-Aus dan Eurasia.

2. Sesar turun (normal fault)

Berbalik dengan sesar naik, sesar turun terjadi ketika blok batuan di atas sesar bergerak turun berbarengan terhadap blok di bawahnya.

Akibat tekanan maksimum yang bekerja secara vertikal, salah satu bagian batuan bergerak ke bawah mengikuti bagian sesar.

Sesar turun sering kali ditemukan berpasangan, dan lempeng di antara dua sesar ini bakal bergerak naik alias turun tergantung petunjuk sesarnya.

Hal ini biasanya terjadi di wilayah yang mengalami peregangan kerak bumi. Contohnya adalah Lembah Rift Afrika Timur, di mana kerak bumi sedang mengalami penarikan.

3. Sesar mendatar (strike-slip fault)

Sesar mendatar terjadi ketika dua blok batuan bergerak secara mendatar satu sama lain. Sesar ini ditandai oleh pergerakan sejajar, baik ke kiri maupun ke kanan

Sesar ini juga terjadi akibat style gesekan yang menyebabkan lempeng-lempeng bergerak mendatar ke petunjuk yang berlawanan.

Salah satu contoh terkenal adalah Sesar San Andreas di California, di mana lempeng Pasifik dan lempeng Amerika Utara bergerak secara lateral.

Selain 3 jenis utama tersebut, terdapat juga kombinasi dari jenis-jenis sesar ini yang disebut sebagai sesar oblique, di mana aktivitas vertikal dan mendatar terjadi secara bersamaan.

Dapat diketahui, Indonesia, sebagai negara yang terletak di jalur cincin api Pasifik, mempunyai banyak sesar aktif yang perlu dipantau secara terus-menerus.

Pengetahuan tentang sesar dan jenis-jenisnya sangat krusial dalam upaya mitigasi musibah gempa bumi.

Dengan memahami sistem pergerakan sesar, diharapkan para mahir pengetahuan bumi dan pihak berkuasa dapat merencanakan tindakan pencegahan dan mitigasi yang lebih efektif lagi.

Dengan langkah mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah yang mesti diambil saat terjadi gempa bumi.

Melalui penelitian dan teknologi yang semakin canggih, diharapkan akibat dari gempa bumi dapat dikurangi dan masyarakat dapat hidup lebih aman.

Baca juga: Ahli: Penting mitigasi musibah potensi gempa dari Sesar Cimandiri

Baca juga: BRIN teliti jalur sesar kompleks yang membentang di Pulau Jawa

Baca juga: BMKG: Gempa di NTB-Bali dipicu aktivitas sesar aktif dasar laut

M. Hilal Eka Saputra Hpetunjukap
Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close