Trending

Mantan Wali Kota Kendari mengaku lobet usai diperiksa Kejati Sultra - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kendari (BERITAJA.COM) - Mantan Wali Kota Kendari inisial SK mengaku "lowbat" usai menjalani pemeriksaan di Kejati Sultra, sebagai saksi soal dugaan tindak pidana korupsi mengenai perizinan gerai Alfamidi/Alfamart nang telah menjerat Sekretaris Daerah Kota Kendari inisial RT.

"Sudah lowbat ya..., sudah lowbat," kata mantan Wali Kota Kendari inisial SK sembari tersenyum di hadapan awak media, usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Kejati Sultra di Kendari, Kamis.

Mantan Wali Kota periode 22 Januari 2019 sampai 10 Oktober 2022, menggantikan wali kota saat itu akibat terjerat norma mengaku lowbat usai menjalani pemeriksaan selama kurang lebih tujuh jam. Ia keluar dari Kantor Kejati Sultra sekitar pukul 19.39 WITA mengenakan baju kokoh berwarna putih, celana hitam panjang dan memakai kaca mata.

Mantan Wali Kota Kendari ini tiba di Kejati Sultra sekitar pukul 09.30 WITA, lampau menjalani pemeriksaan sebagai saksi hingga pukul 12.00 WITA. Kemudian beristirahat dan kembali menjalani pemeriksaan di Kejati Sultra sekitar pukul 13.40 WITA nang didampingi pengacaranya berjulukan Muhammad Ridwan Zainal.

Ia nang juga sebagai Ketua Dewan Pembina Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sultra ini, tak berkomentar banyak selain mengaku sudah lowbat. Dirinya lampau bergegas ke sebuah mobil mewah berwarna putih nang telah terparkir di pelataran Kejati Sultra.

Dirinya memasuki mobil tersebut dan duduk di bangku belakang sebelah kiri. Setelah itu, orang nang pernah terpilih sebagai Wakil Wali Kota Kendari periode 2018-2022, lampau menjabat sebagai Plt Wali Kota Kendari periode 2 Maret 2018 sampai 21 Januari 2019, meninggalkan Kantor Kejati Sultra sekitar pukul 19.40 WITA.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sultra Dody, Kamis (16/3/2023) malam (BERITAJA.COM/Harianto)

Sebelumnya, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sultra Dody mengatakan bahwa dalam pemeriksaan sebagai saksi, interogator memberikan 35 pertanyaan terhadap mantan Wali Kota Kendari inisial SK.

"Tadi ada 35 pertanyaan nang dilontarkan tim interogator dan kelak hari Senin tanggal 27 Maret 2023 bakal kembali dilakukan pemeriksaan terhadap nang bersangkutan," kata Dody.

Dia menyampaikan pemeriksaan kedua terhadap mantan Wali Kota Kendari bakal kembali dilanjutkan pada Senin (27/3) nang diagendakan sekitar pukul 09.00 WITA, dengan agenda pemeriksaan sebagai saksi.

"Jadi tetap bakal ada lagi pertanyaan-pertanyaan nang bakal di ajukan oleh interogator Kejaksaan," terang Dody.

Dody menyebut, status mantan Wali Kota Kendari tersebut tetap sebagai saksi mengenai kasus dugaan suap perizinan PT Midi Utama Indonesia (MUI) nang merupakan perusahaan pemegang lisensi gerai Alfamidi.

Dalam kasus ini, Kejati Sultra telah menetapkan Sekda Kota Kendari inisial RT nang merupakan mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda) Kendari sebagai tersangka kasus dugaan suap perizinan PT Midi Utama Indonesia (MUI).

Sekda Kendari ditetapkan sebagai tersangka berbareng seorang laki-laki inisial SM nang merupakan Tenaga Ahli Tim Wali Kota Percepatan Pembangunan Kota Kendari Bidang Perencanaan, Pengelolaan Keunggulan Daerah dengan SK Wali Kota Kendari tahun 2021-2022.

Dody menambahkan, kedua tersangka ialah Sekda Kendari dan tenaga mahir wali kota inisial SM kembali menjalani pemeriksaan lanjutan hari ini berbarengan dengan pemeriksaan mantan Wali Kota Kendari inisial SK.

Ia menjelaskan usai menjalani pemeriksaan lanjutan, kedua tersangka dikembalikan di Rutan Kelas II Kendari lantaran merupakan tahanan Kejati Sultra hingga 20 hari ke depan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (13/3).

"Penahanan kedua tersangka untuk kepentingan investigasi guna membongkar tindak pidana korupsi nang dilakukan para tersangka," kata Dody.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close