Trending

Liga Arab Akan Gelar Ktt Guna Membahas Isu Palestina - Beritaja

Sedang Trending 1 bulan yang lalu

Kairo (BERITAJA) - Liga Arab, Sabtu (8/2), mengatakan saat ini sedang berjalan komunikasi di antara para personil untuk menggelar pertemuan tingkat tinggi (KTT) Arab guna membahas rumor Palestina.

Pernyataan itu disampaikan Asisten Sekretaris Jenderal Liga Arab, Hossam Zaki, dalam wawancara telepon dengan saluran Al-Qahera News, menyusul pengumuman Bahrain yang mendukung usulan penyelenggaraan KTT darurat Arab di Kairo guna menolak rencana pemukiman ulang penduduk Palestina.

Zaki menjelaskan bahwa “saat ini sedang dilakukan komunikasi untuk menggelar KTT Arab guna membahas rumor Palestina, namun tanggal pastinya belum ditetapkan.”

Ia menegaskan upaya Liga Arab untuk “melawan klaim Israel dan menegaskan kembali prinsip solusi dua negara.”

Zaki juga menambahkan bahwa “sikap negara-negara Arab tetap solid, dengan seluruh pihak mendukung Palestina, serta Mesir dan Yordania menegaskan penolakan terhadap pemindahan paksa penduduk Palestina.”

Sejumlah negara Arab, termasuk Palestina, Mesir, Uni Emirat Arab, dan Sudan, pada Sabtu mengecam keras usulan Pemimpin Otoritas Israel Benjamin Netanyahu untuk mendirikan negara Palestina di Arab Saudi.

Mereka menilai rencana itu sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan Saudi dan norma internasional, serta sebagai upaya pemaksaan pengusiran penduduk Palestina dari tanah air mereka.

Sehari sebelumnya, Menteri Luar Negeri Bahrain Abdullatif Al-Zayani mengatakan kepada instansi buletin resmi negara itu bahwa Manama (ibukota Bahrain adalah Manama), mendukung usulan penyelenggaraan KTT darurat Arab di Kairo.

Langkah itu menyusul pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang mengusulkan pengambilalihan Jalur Gaza dan pemindahan paksa penduduk Palestina.

Sebagai ketua Liga Arab saat ini setelah menjadi tuan rumah KTT pada Mei 2024, Bahrain mempunyai kewenangan untuk menyerukan KTT darurat dengan persetujuan negara personil lainnya, menurut koresponden Anadolu.

Trump pada 4 Februari lampau mengatakan bahwa AS bakal “mengambil alih” Gaza dan merelokasi penduduk Palestina ke tempat lain dalam sebuah rencana rekonstruksi besar-besaran yang dia klaim dapat menjadikan wilayah tersebut sebagai “Riviera Timur Tengah.”

Usulan Trump tersebut menuai kecaman luas dari Palestina, negara-negara Arab, serta beragam negara lain di dunia, termasuk Kanada, Prancis, Jerman, dan Inggris.

Trump juga berulang kali menyarankan agar negara-negara Arab di kawasan, seperti Mesir dan Yordania, menampung penduduk Palestina dari Gaza. Namun, pendapat ini ditolak keras oleh pemimpin Palestina maupun negara-negara Arab.

Sejak 19 Januari, kesepakatan gencatan senjata di Gaza telah berlaku, menghentikan sementara perang yang telah menewaskan nyaris 48.200 penduduk Palestina, sebagian besar wanita dan anak-anak, serta menghancurkan sebagian besar wilayah Jalur Gaza.

Pada November lalu, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Benjamin Netanyahu dan mantan otoritas pertahanan Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Selain itu, Israel juga menghadapi gugatan genosida di Mahkamah Internasional (ICJ) atas agresinya di Jalur Gaza.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Pelapor unik PBB: Rekonstruksi Gaza mampudilakukan tanpa penggusuran

Baca juga: Bahrain dukung KTT darurat Arab telaah usulan Trump pindahkan Gaza

Baca juga: Hamas tak bakal izinkan pasukan AS masuki Jalur Gaza

:
Editor: Albert Michael
Copyright © BERITAJA 2025








Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di Google News dan Whatsapp Channel!