Trending

Lemkapi dukung proses pidana oknum polisi terlibat suap - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Ini demi mewujudkan Polri nang semakin baik

Jakarta (BERITAJA.COM) - Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) mendukung proses pidana lima oknum polisi lantaran terlibat suap penerimaan bintara Polri.

"Dipecat alias dipidana. Ini demi mewujudkan Polri nang semakin baik," kata Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategis Kepolisian Indonesia (Lemkapi) Dr Edi Hasibuan dalam keterangan tertulis di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan ketua Polri juga perlu mendalami kemungkinan ada keterlibatan pejabat lebih tinggi dalam perkara suap itu.

Menurut pemerhati kepolisian ini, penyimpangan nang dilakukan oknum polisi itu merupakan perbuatan nang menurunkan marwah dan gambaran Polri di tengah masyarakat.

Berita lain dengan Judul: Kapolri ancam copot panitia penerimaan personil Polri nang terima suap

Dia mengatakan saat Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo kerja keras meningkatkan kepercayaan terhadap lembaga Polri, tetap ada oknum berani "menembak di atas kuda" saat penerimaan bintara Polri di Polda Jateng 2022.

Menembak di atas kuda adalah memperkirakan untuk mengambil untung dari aktivitas orang lain padahal penembak tidak bisa melakukan apa-apa.

"Tindakan tegas Kapolri nang bakal melakukan pemecatan dan pidana sudah tepat untuk membikin pengaruh jera agar tidak ada lagi kasus serupa," kata akademisi dari Universitas Bhayangkara Jakarta ini.

Menurut pemerhati kepolisian ini, penerimaan calon personil Polri alias mengikuti pendidikan lanjutan Polri tetap kerap didengar ada penyimpangan.

Berita lain dengan Judul: Oknum polisi di Sultra dipecat gegara terima suap dari casis Polri

"Akibatnya, persepsi masyarakat terhadap penerimaan calon personil polisi dan pembinaan karir pada Polri belum sepenuhnya bagus," katanya.

Namun, Edi percaya Polri bakal bisa menertibkan penyimpangan itu agar kepercayaan masyarakat terhadap Polri semakin baik.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh jejeran kepolisian agar tidak melakukan curang dalam melakukan rekrutmen personil Polri.

“Seperti kemarin kejadian ada lima makelar di Jawa Tengah, nang kemudian muncul protes kenapa hukumannya ringan hanya demosi, maka sudah saya perintahkan ke Kapolda di sana untuk memberikan balasan pemberhentian tidak dengan hormat alias proses pidana," ujar Kapolri.

Berita lain dengan Judul: Kapolda Sumsel jamin penerimaan Akpol bebas suap

Saat memberikan pengpetunjukan pada aktivitas penutupan rapat kerja teknis Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri 2023 di Batam Kepulauan Riau, Jumat (17/3), Kapolri kembali menegaskan bakal menindak oknum nang bermain dalam proses rekrutmen personil Polri.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close