Trends

Kualitas udara di Jakarta tidak sehat pada Jumat pagi - Beritaja

Sedang Trending 2 hari yang lalu
beritaja.com
Discover Millions of Products

Jakarta (BERITAJA) - Kualitas udara di Jakarta pada Jumat pagi masuk kategori tidak sehat dan menduduki ranking kelima sebagai kota dengan udara terburuk di dunia.

Menurut situs pemantau kualitas udara IQAir yang dipantau pada Jumat pukul 06.53 WIB, kualitas udara di DKI Jakarta masuk kategori tidak sehat di nomor 169 merujuk kepada parameter PM2,5 dengan nilai konsentrasi 82 mikrogram per meter kubik.

Konsentrasi sebanyak itu setara 16,1 kali nilai pedoman kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). PM 2,5 adalah partikel udara yang berukuran mini dari 2,5 mikron (mikrometer).

Adapun kategori tidak sehat, ialah kualitas udaranya yang berkarakter merugikan pada manusia ataupun golongan hewan yang sensitif aliasmampu menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

Situs tersebut juga merekomendasikan mengenai kondisi udara di Jakarta, ialah golongan sensitif sebaiknya tidak beraktivitas di luar ruangan. Selain itu, bagi golongan sensitif juga sebaiknya menggunakan masker.

Baca juga: Kamis pagi, kualitas udara Jakarta tidak sehat

Sementara dari info yang sama, kota dengan kualitas udara terburuk di bumi urutan pertama, ialah Riyadh ​​​​​​(Arab Saudi) di nomor 237, kedua Lahore (Pakistan) dengan nomor 209, urutan ketiga dan keempat ialah Kinshasa (Kongo) dan Delhi (India) dengan nomor 181.

Sebelumnya, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono menerbitkan Keputusan Gubernur (Kepgub) Nomor 593 Tahun 2023 tentang Satuan Tugas Pengendalian Pencemaran Udara sebagai kebijakan untuk mempercepat penanganan polusi udara.

Ruang lingkup satgas pengendalian pencemaran udara ini diantaranya menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) Penanganan Pencemaran Udara di Provinsi DKI Jakarta, mengendalikan polusi udara dari aktivitas industri, dan memantau secara berkala kondisi kualitas udara, hingga akibat kesehatan dari polusi udara.

Lalu, melaksanakan pencegahan sumber pencemar, baik dari sumber bergerak maupun sumber tidak bergerak, termasuk sumber gangguan serta penanggulangan keadaan darurat.

Baca juga: Kualitas udara Jakarta terburuk ketiga di bumi pada Rabu pagi

Kemudian menerapkan wajib uji emisi kendaraan bermotor, melakukan peremajaan pikulan umum dan pengembangan transportasi ramah lingkungan untuk transportasi umum dan pemerintah

Selanjutnya bekerja meningkatkan ruang terbuka, gedung hijau dan menggiatkan aktivitas penanaman pohon serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam perbaikan kualitas udara.

Selain itu melaksanakan pengawasan ketaatan perizinan yang berakibat terhadap pencemaran udara dan penindakan terhadap pelanggaran pencemaran udara.

Pemprov DKI Jakarta juga bakal terus melakukan pertimbangan dan mengkaji beragam kebijakan yang sudah dilakukan agar tepat sasaran danmampu secara efektif mengatasi persoalan pencemaran udara.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close