Trending

KSSK laporkan perkembangan ekonomi terkini kepada Presiden - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Saya berbareng dengan Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner OJK dan Ketua Dewan Komisioner LPS, di dalam forum KSSK, menyampaikan kepada Bapak Presiden beragam perkembangan terkini dinamika market dan juga dari sisi perkembangan pembahasan APBN kita den

Jakarta (BERITAJA) - Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) melaporkan perkembangan perekonomian terkini, kepada Presiden Joko Widodo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis.

“Saya berbareng dengan Gubernur BI, Ketua Dewan Komisioner OJK dan Ketua Dewan Komisioner LPS, di dalam forum KSSK, menyampaikan kepada Bapak Presiden beragam perkembangan terkini dinamika market dan juga dari sisi perkembangan pembahasan APBN kita dengan DPR. Karena kita sedang dalam penyusunan RAPBN 2025,” ujar Menteri Keuangan Sri Mulyani usai pertemuan KSSK dengan Presiden di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis.

Sri Mulyani mengatakan saat ini Indonesia mencermati rumor terkini baik dari sisi global, menyangkut politik dunia dan beragam perkembangan yang terjadi dari perekonomian di Amerika Serikat, Eropa dan China yang mempunyai potensi pengaruh ke perekonomian nasional.

“Itu bakal kita terus pantau gimana meminimalkan akibat negatif jika terjadi seperti keputusan mengenai Fed Funds Rate, yang beberapa kali bakal menurunkan suku kembang dan juga perkembangan di Eropa,” jelasnya.

Indonesia juga memandang pergerakan terutama dari sisi nilai tukar dan yield Surat Berharga Negara (SBN) yang belakangan sangat dipengaruhi aspek fundamental, yang sejatinya mempunyai posisi sangat kuat.

Menurut Sri Mulyani, jika memandang esensial seperti indeks penjualan riil masyarakat yang mencerminkan konsumsi masyarakat mengalami pemulihan terutama pada Mei dan Juni, lampau Mandiri Spending Index, kepercayaan masyarakat, konsumsi semen, listrik, dan Purchasing Managers Index (PMI), semuanya tetap dalam kondisi relatif terjaga dan menjadi fondasi cukup baik untuk memproyeksikan pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua.

“Kredit perbankan juga mengalami kenaikan, dalam perihal ini jumlah ekspansi kreditnya, baik angsuran investasi, modal kerja, konsumsi dan ini menggambarkan kegunaan intermediary perbankan juga mengalami perihal yang positif alias meningkat cukup baik. jumlah angsuran growth juga mencapai 12,3 persen, dan total peningkatan dari biaya pihak ketiga juga meningkat 8,1 persen,” jelasnya.

Sementara itu mengenai APBN, Sri Mulyani menyampaikan APBN tahun 2024 yang sekarang sedang berjalan, bakal tetap dikelola secara hati-hati.

Dia mengatakan memang ada beberapa perihal yang mengalami pergerakan seperti kurs, nilai minyak maupun dari sisi yield SBN yang mempengaruhi postur. Namun perihal itu sudah dipantau dari sisi implikasi pembiayaan.

“Seperti diketahui bahwa untuk defisit tahun ini diperkirakan tetap ada di maksimum 2,8 persen. Pembiayaan kita jaga baik menggunakan sisa (saldo) anggaran lebih alias SAL tahun lampau yangmampu mencapai Rp100 triliun. Kita gunakan untuk menurunkan kebutuhan pembiayaan melalui market, dan inimampu menjaga yield SBN kita pada level yang meskipun mengalami kenaikan tetap tetap terjaga baik,” paparnya.

Kementerian Keuangan sendiri, kata Sri Mulyani, juga berkoordinasi dengan Bank Indonesia, yang terus mencoba menjaga stabilitas nilai tukar. Menurutnya, otoritas fiskal dan moneter bekerja dan berkoordinasi baik dalam dinamika pasar dan juga dinamika dunia yang tinggi.

Baca juga: Sri Mulyani waspadai akibat BI Rate terhadap penerimaan pajak RI
Baca juga: OJK sampaikan sejumlah langkah jaga stabilitas sektor jasa keuangan
Baca juga: BI: Rupiah bakal kembali menguat ke Rp16.000 di bulan depan

 


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close