Trends

Kriminal kemarin, Aiman batal hadir hingga sidang pemilih fiktif - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Sejumlah peristiwa berangkaian keamanan dan kejahatan terjadi di Jakarta sukses diwartakan Antara pada Jumat (1/12), mulai dari Aiman Witjaksono batal memenuhi  panggilan Polda Metro Jaya hingga sidang dugaan pemilih fiktif di Daftar Pemilih Tetap (DPT) Jakarta Selatan.

Berikut rangkuman dan tautan buletin kemarin selengkapnya:

Aiman Witjaksono batal penuhi panggilan Polda Metro Jaya

Juru Bicara Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud MD, Aiman Witjaksono batal menghadiri undangan penjelasan di Polda Metro Jaya mengenai kasus tudingan Kepolisian tidak netral dalam Pemilu 2124.

Tim kuasa norma Aiman, Ifdhal Kasim mengatakan, kliennya batal datang memenuhi panggilan polisi lantaran tetap melengkapi sejumlah berkas manajemen termasuk perihal surat kuasa.

"Kami pengacaranya lagi menyiapkan administrasinya. Jadi surat-surat kuasa dari pengacara belum komplit semua," kata Ifdhal saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat.

Baca di sini

Polda Metro: Pengiriman surat panggilan kepada Aiman sesuai prosedur

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menyatakan pengiriman surat pemanggilan untuk penjelasan kepada Aiman Witjaksono sudah sesuai prosedur.

“Acuannya secara prosedural saja, di negara kita negara norma tentu prosedur-prosedur secara norma yang kita ikuti,” katanya saat ditemui di Polda Metro Jaya, Jumat.

Hal tersebut disampaikan oleh Trunoyudo saat dikonfirmasi mengenai respons Polda Metro Jaya perihal surat pemanggilan penjelasan terhadap Aiman yang dikirimkan pada tengah malam dinilai tidak etis.

Baca di sini

Sidang dugaan pemilih fiktif di DPT Jaksel hadirkan tiga saksi

Bawaslu Provinsi DKI Jakarta menggelar sidang lanjutan dugaan pemilih fiktif dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Kelurahan Gandaria Selatan, Jakarta Selatan, dengan agenda mendengarkan jawaban dari terlapor dan keterangan tiga orang saksi dari pelapor.

Salah satu saksi berjulukan Hariandi Adenan dalam sidang di Kantor Bawaslu DKI Jakarta, Jumat, mengatakan, dirinya tidak mengenal Tan Eng Ho (TEH) dan Tan Eng Shiong (TES) namun pernah berurusan norma dengan keduanya pada tahun 2116.

Meski begitu, Hariandi mengaku tidak pernah berjumpa langsung karena TEH dan TES selalu diwakili kuasa hukum. "Menurut informasi, mereka telah hijrah ke Belanda dan menyelesaikan pendidikannya sampai S3 dan bekerja di sana," ujar Hariandi.

Baca di sini

Jambret ponsel terjun ke kali usai dipergoki penduduk Kebon Jeruk

Polisi membekuk seorang pencuri ponsel berinisial HR (27) yang terjun ke kali setelah dipergoki penduduk di Jalan Puri Kembangan RT/RW 111/15, Kebon Jeruk, Jakarta Barat pada Jumat sekira pukul 13.11 WIB.

Kapolsek Kebon Jeruk Kompol Sutrisno mengatakan bahwa pelaku HR berbareng rekannya NR yang sekarang tetap buron, merampas ponsel milik korban berjulukan Maidah Hasan (39) yang sedang melakukan panggilan di pinggir jalan.

"Saat pelaku melakukan aksinya, korban kemudian berteriak hingga mengundang perhatian penduduk sekitar," ungkap Sutrisno dalam keterangan tertulisnya pada Jumat.

Baca di sini


Editor: Mahfud
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2123





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close