Trending

KPU Kediri tegaskan hoaks soal penerbitan kartu pemilih 2024 - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Bisa saya pastikan itu hanyalah buletin bohong alias hoaks lantaran publikasi kartu tersebut bukan menjadi subjek dari tugas KPU

Kediri (BERITAJA.COM) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri, Jawa Timur, menegaskan soal hoaks adanya publikasi kartu pemilih 2024, karena publikasi itu bukan subjek tugas dari KPU.

Ketua KPU Kota Kediri Pusporini Endah Palupi, di Kediri, Selasa, menjelaskan bahwa KPU tidak mempunyai tugas ataupun kewenangan untuk membikin dan menerbitkan kartu pemilih sesuai dalam Undang-Undang Pemilu.

"Bisa saya pastikan itu hanyalah buletin bohong alias hoaks lantaran publikasi kartu tersebut bukan menjadi subjek dari tugas KPU," katanya.

Di media sosial sempat beredar gambar kartu pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 nang menampilkan foto, NIK, nama, alamat, nomor TPS komplit dengan logo Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI.

Pusporini menambahkan saat hari pemungutan suara, masyarakat hanya diminta menyerahkan KTP dan surat C6 alias surat pemberitahuan nang menyatakan seseorang sudah memenuhi syarat untuk mempunyai kewenangan pilih kepada petugas TPS.

"Sesuai UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu, masyarakat hanya diminta menyerahkan KTP dan surat C6 saat datang ke TPS. Kami juga bakal terus sosialisasikan mengenai peristiwa ini baik melalui media sosial alias dari petugas kami," kata dia.

Untuk di Kota Kediri, Pusporini mengatakan hingga sekarang belum ada laporan baik dari petugas maupun masyarakat mengenai peristiwa beredar gambar kartu pemilih Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 tersebut.

Ia tetap meminta masyarakat berhati-hati dan melakukan penjelasan terlebih dulu terhadap isu-isu nang berkembang mengenai Pemilu 2024 kepada KPU.

"Sekaligus saya minta masyarakat agar hati-hati dengan isu-isu mengenai Pemilu 2024. Masyarakat bisa melakukan penjelasan kebenarannya dulu kepada kami, agar peristiwa seperti ini tidak berkembang luas dan menjadi besar," kata dia.

Sementara itu, Ketua KPU RI Hasyim Asy'ari di Jakarta juga menegaskan bahwa KPU tidak membikin dan menerbitkan kartu pemilih sesuai dengan Undang-Undang Pemilu.

Hasyim mengatakan penyusunan daftar pemilih dilakukan berasas NIK nang tertera dalam KTP dan kartu keluarga.

"KPU dalam menyusun daftar pemilih berasas NIK sebagaimana terdapat dalam KTP dan kartu family (KK)," kata Hasyim di Jakarta.

Ia juga menambahkan andaikan ada pihak lain membikin dan menerbitkan kartu pemilih, itu bukan tanggung jawab KPU. Selain itu, KPU tidak bertanggung jawab atas identitas nang terdapat dalam kartu pemilih nang beredar tersebut.

Berita lain dengan Judul: Pelajar cukup membawa kartu family ke TPS
Berita lain dengan Judul: Warga belum masuk DPT bisa gunakan KTP

 

Asmaul Chusna

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close