Trending

KPK: Koruptor tidak takut penjara tapi takut dimiskinkan - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

"Pada prinsipnya banyak orang tidak takut dengan lamanya dia dihukum, tapi para koruptor sangat takut andaikan dia dimiskinkan,"

Jakarta (BERITAJA.COM) - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri mengungkapkan para koruptor tidak takut dengan balasan penjara dan hanya takut dimiskinkan.

Hal itu disampaikan Firli saat konvensi pers penahanan mantan pejabat Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Rafael Alun Trisambodo nang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

"Pada prinsipnya banyak orang tidak takut dengan lamanya dia dihukum, tapi para koruptor sangat takut andaikan dia dimiskinkan," kata Firli di Jakarta, Senin.

Firli pun sepakat dengan bunyi publik nang mendukung diterapkannya Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Rafael.

Meski demikian penerapan pasal TPPU tersebut kudu sesuai dengan prosedur dan perkembangan penyidikan.

"Saya sepakat dengan rekan-rekan untuk dikenakan TPPU itu, tapi kelak kita lihat perkembangan penyidikannya," ujar Firli.

Pasalnya dengan penerapan TPPU, penegak norma bisa mengintensifkan penyitaan aset dalam rangka memulihkan kerugian negara.

Firli menjelaskan peristiwa dugaan penerimaan gratifikasi oleh Rafael diduga terjadi saat nang berkepentingan menjabat sebagai Kepala Bidang Pemeriksaan, Penyidikan, dan Penagihan Pajak Kantor Wilayah Dirjen Pajak Jawa Timur I pada 2011.

Rafael Alun Trisambodo (RAT) diduga menerima gratifikasi melalui perusahaan konsultan pajak miliknya ialah PT Artha Mega Ekadhana (AME), nang bergerak dalam bagian jasa konsultansi mengenai pembukuan dan perpajakan.

Firli mengungkapkan pihak nang menggunakan jasa PT AME adalah para wajib pajak nang diduga mempunyai persoalan pajak, khususnya mengenai tanggungjawab pelaporan pembukuan perpajakan pada negara melalui Dirjen Pajak.

Penyidik KPK telah menemukan Rafael diduga menerima aliran duit sebesar 90 ribu dolar Amerika Serikat melalui PT AME.

"Setiap kali wajib pajak mengalami hambatan dan persoalan dalam proses penyelesaian pajaknya, RAT diduga aktif merekomendasikan PT AME," ujarnya.

Alat bukti lain nang disita interogator adalah safety deposit box (SDB) berisi duit sejumlah sekitar Rp32, 2 Miliar nang tersimpan dalam safe deposit box disalah satu bank dalam corak pecahan mata duit dolar Amerika, mata duit dolar Singapura dan mata duit Euro.

Tim interogator juga telah melakukan penggeledahan di kediaman RAT bertempat tinggal di Jalan Simprug Golf, Jakarta Selatan.

"Saat penggeledahan tersebut, ditemukan antara lain dompet, ikat pinggang, jam tangan, tas, perhiasan, sepeda, biaya duit dengan pecahan mata duit rupiah," kata Firli.

Atas perbuatannya, tersangka Rafael Alun Trisambodo dijerat dengan Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close