Trending

KPK jadwalkan pemeriksaan Kusnadi - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Tim interogator Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan terhadap Kusnadi selaku staf Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, sebagai saksi investigasi dalam perkara dugaan dugaan suap penetapan calon personil DPR RI terpilih periode 2019-2024 dengan tersangka Harun Masiku (HM).

"Untuk Kusnadi, informasinya
pemeriksaan dilakukan, Rabu," kata Juru Bicara KPK Tessa Mahardika saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa.

Tessa menerangkan Kusnadi dipanggil untuk diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi, namun tidak ada penjelasan lebih lanjut soal keterangan apa saja yang bakal didalami dalam pemeriksaan terhadap yang bersangkutan.

"Diperiksa sebagai saksi. Untuk materi pemeriksaannya belummampu disampaikan saat ini," ujarnya.

KPK dalam beberapa waktu terakhir kembali memanggil sejumlah saksi mengenai investigasi dan pencarian terhadap buronan KPK Harun Masiku.

Selain memeriksa tiga orang saksi yang diduga mempunyai hubungan kekerabatan dengan HM, KPK juga memanggil Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto, serta stafnya yang berjulukan Kusnadi, sebagai saksi dalam investigasi tersebut.

Hasto Kristiyanto pada Senin (10/6), diperiksa selama 4 jam oleh interogator KPK sebagai saksi kasus dugaan suap penetapan calon personil DPR RI terpilih periode 2019-2024 dengan tersangka Harun Masiku.

Lebih lanjut, interogator KPK telah menyita sebuah ponsel milik staf Hasto yang berjulukan Kusnadi, dua ponsel milik Hasto, kitab tabungan dan kartu ATM milik Kusnadi, dan kitab agenda DPP PDIP pada Senin (10/6).

Untuk diketahui, Harun Masiku ditetapkan KPK sebagai tersangka dalam perkara dugaan pemberian bingkisan alias janji kepada penyelenggara negara mengenai dengan penetapan calon personil DPR RI terpilih periode 2019-2024 di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia.

Walau demikian, Harun Masiku selalu mangkir dari panggilan interogator KPK hingga dimasukkan dalam daftar pencarian orang (DPO) sejak 17 Januari 2020.

Selain Harun, pihak lain yang terlibat dalam perkara tersebut adalah personil Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2017-2022 ialah Wahyu Setiawan.

Wahyu Setiawan yang juga terpidana dalam kasus yang sama dengan Harun Masiku. Saat ini sedang menjalani bebas bersyarat dari pidana 7 tahun penjara di Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Kedungpane Semarang, Jawa Tengah.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close