Trends

Korut ancam AS, ganggu satelit mata-mata artinya deklarasi perang - Beritaja

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
beritaja.com

Seoul (BERITAJA.COM) - Korea Utara murka kepada kepada Amerika Serikat setelah seorang pejabat antariksa Amerika Serikat mengatakan bakal membikin satelit mata-mata Korea Utara yang diluncurkan pekan lampau menjadi tidak berfungsi. Korea Utara menyebut pernyataan AS itu sebagai "deklarasi perang".

Juru bicara Kementerian Pertahanan Korea Utara mengeluarkan pernyataan itu setelah Sheryll Klinkel yang menjadi master komunikasi pada Komando Luar Angkasa AS berbincang dalam aktivitas Radio Free Asia mengenai satelit mata-mata Korea Utara . Di situ,  Klinkel menyatakan bahwa AS bakal menempuh beragam langkah yang bisa digunakan untuk menangkal keahlian luar angkasa dan kontra-antariksa  musuh.

Klinkel juga menegaskan bahwa operasi campuran angkatan ruang angkasa dapat mengurangi efektivitas dan sekaligus mematikan kekuatan musuh di semua wilayah.

"Pesan permusuhan dari Angkatan Luar Angkasa AS terhadap satelit pengintaian Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK) tidak bisa diabaikan lantaran sudah merupakan tantangan terhadap kedaulatan DPRK, alias lebih tepatnya, sudah merupakan pernyataan perang kepada negara kami,” kata kementerian itu dalam bahasa Inggris yang disiarkan instansi buletin Korea Utara (KCNA).

Baca juga: DK PBB berbeda pendapat soal satelit mata-mata Korea Utara

Sembari mengutip pasal perjanjian PBB mengenai prinsip-prinsip tata laku aktivitas di luar angkasa, pejabat Korea Utara itu menyebut bahwa satelit mata-mata Malligyong-1, yang diluncurkan pada 21 November, berada di bawah yurisdiksi negara peluncur dan merupakan bagian dari wilayahnya sendiri, "bukan senjata luar angkasa."

Jika AS menganggap satelit itu "ancaman militer", maka semua satelit mata-mata yang setiap hari berada di atas Semenanjung Korea kudu dianggap sebagai sasaran penghancuran, tambah ahli bicara itu.

"Jika AS berupaya menerobos wilayah sah suatu negara berdaulat dengan mempersenjatai teknologi terbaru secara terlarangan dan tidak adil," kata pejabat itu. Maka, "DPRK bakal mempertimbangkan mengambil tindakan jawaban sebagai bela diri dengan melemahkan alias menghancurkan kelangsungan hidup  satelit mata-mata AS, dengan menggunakan kewenangan sah yang sesuai dengan  hukum internasional dan domestik."

Baca juga: Satelit mata-mata Korut sukses abadikan Gedung Putih dan Pentagon

Sumber: Kyodo

:
Editor: Mahfud
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2123





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close