Trending

Kimia Farma catatkan kas senilai Rp2,15 triliun pada 2022 - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Emiten Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bagian farmasi PT Kimia Farma Tbk (kode saham: KAEF) mencacatkan nilai kas dan setara kas senilai Rp2,15 triliun pada tahun 2022, alias naik dari sebelumnya senilai Rp748 miliar pada tahun 2021.

KAEF telah membukukan cashflow positif di tahun 2022. Pada akhir Desember 2022, tercatat nilai kas dan setara kas naik menjadi Rp2,15 triliun dari tahun 2021 senilai Rp748 miliar.

Hal ini didukung dengan diperolehnya biaya dari tindakan korporasi unlock

value

anak upaya nang dimiliki KAEF, ialah PT Kimia Farma Apotek (KFA).

"Kepercayaan penanammodal menjadi bukti adanya prospek positif bagi KAEF dan industri kesehatan di Indonesia, ” ujar Direktur Utama KAEF David Utama dalam keterangan nang diterima di Jakarta, Senin.

David menjelaskan tindakan korporasi unlock value tersebut mendukung modal kerja dan pengembangan upaya KFA dengan New Bussiness Model with Digitalization, nang mengkombinasikan offline dan online store dengan strategi omnichannel, integrasi Apotek-Klinik-Lab Diagnostika, serta New Digital Channel.

Dia menyampaikan sepanjang tahun 2022 KAEF sukses menurunkan beban upaya sebesar 5,41 persen alias Rp189 miliar, dibandingkan tahun 2021, nang mana perseroan melakukan efisiensi beban upaya melalui optimasi biaya pengedaran untuk seluruh produk.

Selain itu, KAEF mengupayakan penurunan beban finansial sebesar 14,21 persen, dibandingkan tahun sebelumnya 2021, nang ditopang oleh support perbankan melalui penurunan suku kembang dan angsuran investasi serta refinancing.

Pasca tindakan korporasi unlock value KFA, pihaknya mengungkapkan perseroan menghasilkan biaya sebesar Rp1,86 triliun disertai dengan pembebanan pajak sebesar Rp76 miliar.

Selain itu, pada tahun 2022 entitas anak KAEF ialah KF Dawan di Saudi Arabia membukukan kerugian sebesar Rp24 miliar akibat tidak adanya aktivitas ibadah haji dan umroh selama pandemi COVID-19.

Dengan adanya tindakan korporasi dan kondisi entitas anak tersebut, menurut dia, memberikan pengaruh terhadap pencatatan kerugian sebesar Rp109 miliar pada tahun 2022.

Pihaknya memandang bahwa prospek industri farmasi dan jasa kesehatan pada tahun 2023 tetap mengalami pertumbuhan, mengingat kesehatan merupakan salah satu aspek utama nang menjadi perhatian seluruh pihak.

Pada awal tahun 2023, Kimia Farma telah melakukan beberapa strategi untuk meningkatkan kinerja, diantaranya aktivitas marketing nang masif dan penetrasi pasar.

Selain itu, KAEF juga telah melakukan Non Deal Roadshow (NDR) dengan para penanammodal untuk mendapatkan upaya baru nang bakal dikembangkan di tahun ini.

Lebih lanjut, perseroan terus melakukan pembenahan di sektor jasa kesehatan dan ritel farmasi untuk meningkatkan kualitas dan jangkauan jasa kesehatan kepada masyarakat.

Salah satunya dengan adanya aliansi strategis dengan mitra strategis nang mempunyai jaringan global, ialah Parkway Pantai Group, nang mempunyai kompetensi di Klinik dan Laboratorium Klinik.

"KAEF optimis pada tahun 2023 keahlian dapat tetap tumbuh dan memberikan kontribusi untung positif serta Cash Flow Operation nang tetap terjaga positif hingga akhir tahun 2023. KAEF terus berkomitmen mendukung Pemerintah dalam peningkatan kesehatan masyarakat,” ujar David.

Berita lain dengan Judul: Direksi baru Kimia Farma Diagnostika berbenah agar lebih profesional



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close