Trending

Kementerian ESDM beberkan manfaat konversi sepeda motor listrik - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Pemerintah berambisi faedah dari program konversi ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat

Jakarta (BERITAJA.COM) - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan sederet faedah penyelenggaraan konversi sepeda motor konvensional berbahan bakar minyak menjadi sepeda motor listrik.

Sebelumnya, pemerintah resmi meluncurkan support subsidi konversi motor listrik pada Selasa (4/4/2023).

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Dadan Kusdiana, dikutip dari laman Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu, mengatakan penyelenggaraan konversi sepeda motor merupakan salah satu corak penyelenggaraan petunjuk Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2020.

"Pelaksanaan konversi sepeda motor ini juga bermaksud untuk mendukung perkembangan ekosistem KBLBB alias kendaraan bermotor listrik berbasis baterai untuk mengurangi impor BBM serta mendukung penurunan emisi gas rumah kaca termasuk tentunya emisi bunyi kendaraan," ucapnya.

Ia mengatakan latar belakang program tersebut merupakan komitmen pemerintah untuk menurunkan 31,8 persen emisi gas rumah kaca pada 2030 mendatang, mengurangi impor BBM, dan kompensasi oleh pemerintah serta penghematan biaya bahan bakar bagi masyarakat.

"Pemerintah berambisi faedah dari program konversi ini dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat seperti untuk pemilik sepeda motor ini dengan kalkulasi nilai Pertalite bulan lampau menjadi Rp27,7 juta per tahun. Kemudian, dari sisi penghematan Pertalite dari pemerintah sebesar Rp18,6 miliar, ini jika kita konversi sebesar 50.000 unit," ungkap Dadan.

Untuk mempercepat terwujudnya ekosistem KBLBB, pemerintah juga telah mengeluarkan dua model insentif yakni, insentif untuk pembelian kendaraan listrik nang tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 38 Tahun 2023 dan Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2023.

Dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 3 Tahun 2023, disebut sasaran penerima support pemerintah pada 2023 adalah sebanyak 50.000 unit dan tahun depan 150.000 unit dengan besaran support nang diberikan Rp7 juta per unit untuk motor konversi.

"Bantuan pemerintah nang diberikan adalah sebesar Rp7 juta per unit sepeda motor nang dikonversi, ini kira-kira ekuivalen separuh dari biaya konversi untuk tahun ini dan kami berambisi tahun depan dengan berkembangnya kelak dari sisi pabrikasi penyediaan komponen biaya total dari konversi ini bisa diturunkan," ujarnya.

Selain itu, Kementerian ESDM menyatakan program konversi bakal memberikan akibat positif pada peningkatan konsumsi listrik sebesar 15 GWh, penurunan emisi sebesar 30.000 ton dan pengurangan impor BBM sebesar 20.000 kiloliter nang secara langsung menghemat devisa negara sebesar 10 juta dolar AS.

Kemudian, menciptakan lapangan kerja baru nang berasal dari bengkel-bengkel konversi baik nang baru dibentuk maupun dari timbulnya bengkel-bengkel baru serta timbulnya industri komponen-komponen nang menunjang aktivitas konversi tersebut.

Adapun pemberian support pemerintah untuk konversi motor listrik bakal dilaksanakan oleh Kementerian ESDM kepada masyarakat melalui bengkel konversi nang berasas hasil verifikasi nang dilakukan.

Kementerian ESDM mencatat saat ini total kapabilitas konversi nang dilakukan sebanyak nyaris 2.000 unit per bulan, sehingga untuk memenuhi sasaran 50.000 unit pada 2023 ini diperlukan tambahan dari bengkel-bengkel konversi nang ada.

Kementerian ESDM bakal melakukan training di beberapa tempat, di antaranya di Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, Makassar, Denpasar, Mataram, Kupang, dan Balikpapan. Melalui upaya itu diharapkan bakal dapat meningkatkan kapabilitas konversi menjadi nyaris satu juta unit per tahun.

Lebih lanjut, Dadan menjelaskan masyarakat nang mau mengonversi kendaraan BBM-nya menjadi motor listrik dapat mengunjungi platform digital nang sudah dibangun (sedang dalam tahap finalisasi) oleh Kementerian ESDM.

"Pemerintah sudah membikin platform digital untuk program konversi ini, dengan platform digital ini masyarakat pemilik motor nang mau mengonversi tidak perlu datang secara langsung terlebih dulu ke bengkel, bisa menggunakan platform digital nang saat ini sedang dalam tahap finalisasi," katanya.

Menurut Dadan, platform digital tersebut terdiri atas empat komponen utama, ialah media daring untuk pendaftaran, media untuk bengkel konversi, dan pelaporan dari sisi kualitas.

"Kami kelak memastikan melalui platform digital ini bahwa motor nang dikonversi ini telah lulus mendapatkan sertifikat uji jenis dari Kementerian Perhubungan, baru setelah itu kelak biaya nang Rp7 juta itu dicairkan oleh Kementerian ESDM," ucapnya.

Berita lain dengan Judul: ESDM kembangkan platform digital dukung konversi sepeda motor listrik
Berita lain dengan Judul: SPKLU dan SPBKLU kudu ditingkatkan sorong pengembangan motor listrik
Berita lain dengan Judul: Menteri ESDM temui Menko Luhut telaah insentif motor listrik


Kelik Dewanto
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close