Trending

Kementan: Sembilan negara Afrika belajar inseminasi buatan di Malang - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
bagaimana skill ataupun pengalaman best practice yang sudah kita punya, kita bagikan dengan negara lain

Jakarta (BERITAJA) - Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementan Nasrullah mengatakan perwakilan sembilan negara di Afrika mengikuti workshop untuk mempelajari fertilisasi buatan yang diselenggarakan oleh Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari di Malang.

Dirjen PKH dalam keterangan di Jakarta, Kamis mengatakan bahwa workshop tersebut sebagai penerapan kesepakatan kerja sama Indonesia-Afrika yang ditandatangani oleh Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) saat melakukan kunjungan kenegaraannya pada akhir tahun 2023 lalu.

"Hari ini kita implementasikan hasil kunjungan Bapak Presiden untuk kerja sama di subsektor peternakan. Dalam perihal ini, untuk peternakan difokuskan kepada teknologi fertilisasi buatan di mana negara-negara Afrika sangat memerlukan untuk peningkatan mutu genetik dan juga peningkatan populasi," kata Nasrullah.

Kementerian Pertanian melalui Balai Besar Inseminasi Buatan (BBIB) Singosari menyelenggarakan Workshop on Artificial Insemination Management for African Countries yang dihadiri oleh 18 High Level Officer dari negara-negara Afrika.

Kegiatan yang berjalan 9 sampai 21Juli 2024 itu diikuti perwakilan dari negara-negara Afrika ialah Madagaskar, Senegal, Tanzania, Mozambik, Kenya, Zimbabwe, Sudan, Nigeria dan Ethiopia.

Baca juga: Dubes: Indonesia berkomitmen perluas kerja sama pembangunan di Namibia
Baca juga: Menlu RI undang Gambia ke Forum Indonesia-Afrika ke-2 di Bali

Workshop tersebut merupakan kerja sama antara Lembaga Dana Kerja Sama Pembangunan Internasional (LDKPI) dengan BBIB Singosari.

Menurut Nasrullah, teknologi fertilisasi buatan Indonesia sudah berkembang sangat baik didukung dengan peralatan-peralatan yang sangat memadai sehinggamampu ditransformasikan ke peternak di negara-negara peserta workshop.

"Pelatihan ini kita bagi dua, ada yang sifatnya managerial yang hari ini dan juga kelak secara teknis. Dan selanjutnya kita bakal melakukan pendampingan ke negara tersebut," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama LDKPI Tormarbulang Lumbantobing menyampaikan bahwa workshop itu merupakan bagian dari diplomasi dalam upaya Indonesia terlibat dalam proses pembangunan khususnya peternakan di negara-negara Afrika.

"Intinya kami sangat mendukung gimana skill ataupun pengalaman best practice yang sudah kita punya, kita bagikan dengan negara lain, lantaran kita kan bangsa yang senang berbagi, apalagi pada saat kita susah pun kita tetap memikirkan negara lain," kata Tormarbulang.

Baca juga: Mentan pacu produktivitas semen kaku untuk tingkatkan populasi ternak
Baca juga: Wamentan tinjau BBIB Singosari pastikan kualitas semen kaku terjamin

BBIB Singosari adalah salah satu Badan Layanan Umum (BLU) di bawah Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan yang mempunyai tugas melaksanakan produksi, pemasaran dan pemantauan mutu semen unggul ternak, serta pengembangan fertilisasi buatan.

Kepala BBIB Singosari Akbar mengatakan bahwa pihaknya mengerahkan beragam upaya dalam rangka mendukung terwujudnya swasembada daging sapi, khususnya mengembangkan potensi sapi lokal.

"Melalui penggunaan semen kaku sexing diharapkan populasi terutama sapi perah nomor kelahiran ternak betina yang bakal digunakan sebagai akseptor meningkat jumlahnya untuk meningkatkan percepatan populasi ternak sapi pangkas dan perah nasional,” kata Akbar.

Baca juga: RI kembangkan ternak sapi di tiga wilayah tekan impor daging
Baca juga: Untuk swasembada daging, Jatim optimalkan teknologi fertilisasi buatan
Baca juga: Guru Besar IPB paparkan solusi capai swasembada daging sapi


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close