Trends

Kementan optimalkan 500 ha lahan rawa Aceh Utara dengan sistem irigasi - Beritaja

Sedang Trending 2 hari yang lalu
beritaja.com
Discover Millions of Products
Tata kelola air dan perbaikan prasarana irigasi menjadi perihal yang krusial dalam pengelolaan lahan rawa....

Jakarta (BERITAJA) - Kementerian Pertanian (Kementan) mengoptimalkan 500 hektare lahan rawa di Kabupaten Aceh Utara, Aceh, melalui sistem irigasi untuk meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman (IP) padi di wilayah ini, sehinggamampu tercipta kemandirian dan ketahanan pangan.

“Kementan terus berupaya meningkatkan produksi dan indeks pertanaman pertanian secara signifikan sebagai upaya meningkatkan kemandirian pangan dan ketahanan pangan nasional melalui optimasi lahan alias opla rawa. Salah satunya dilakukan di Kabupaten Aceh Utara pada lahan rawa seluas 500 hektare,” kata Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Mentan mengatakan bahwa pihaknya bakal melakukan optimasi lahan rawa, baik pada lahan rawa yang nondaerah irigasi (non-DIR) maupun lahan rawa yang sudah mempunyai irigasi.

"Bukan buka sawah baru lagi, tetapi mengoptimalkan lahan rawa yang sudah ada dengan irigasi yang baik, pengolahan tanah yang lebih baik, dengan bibit yang benar, sehingga IP (indeks pertanaman)mampu terdongkrak dan produksi meningkat," ujar Mentan Amran.

Lebih lanjut Mentan mengatakan, aktivitas optimasi lahan rawa difokuskan pada perbaikan prasarana air dan lahan melalui pembangunan alias rehabilitasi infrastruktur. Hasilnya bakal menjadikan lahan pertanian produktif melalui penataan sistem tata air dan penataan lahan.

"Tata kelola air dan perbaikan prasarana irigasi menjadi perihal yang krusial dalam pengelolaan lahan rawa," kata Mentan Amran pula.

Ia menerangkan tujuan utama dari optimasi lahan rawa adalah optimasi lahan yang terintegrasi dengan upaya peningkatan taraf hidup petani melalui support pengembangan sistem irigasi di lahan rawa dan komoditas pertanian/peternakan.

“Kegiatan optimasi lahan rawa tidak hanya konsentrasi pada pekerjaan bangunan alias perbaikan jaringan irigasi dan pengolahan tanah di lahan rawa,” kata Mentan lagi.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan, optimasi lahan di Kabupaten Aceh Utara dilakukan pada lahan rawa seluas 500 hektare untuk tahap pertama.

Ia mengatakan pula, optimasi lahan itu dilaksanakan melalui aktivitas penataan sistem tata air dan lahan yang telah dimanfaatkan.

Ali menyebut bahwa pihaknya telah melakukan aktivitas normalisasi saluran pembuang sepanjang 8.315 meter, pembuatan saluran pembawa 230 meter, talang air, pembuatan gorong-gorong 1 unit, dan pembuatan pintu air dan gorong gorong 2 unit.

“Pekerjaan ini telah dapat mengairi lahan seluas 331 ha, dan terus dikerjakan hingga semua sasaran terpenuhi," kata Ali.

Untuk aktivitas bangunan optimasi lahan rawa pada tahun 2024, ujar Ali, terdapat sejumlah pilihan, ialah pembangunan/rehabilitasi tanggul, rehabilitasi/pembangunan pintu air, dan rehabilitasi/pembangunan saluran irigasi dan drainase.

Selain itu, juga ada pengadaan pompa air, pipa/gorong-gorong, pembuatan jembatan jalan upaya tani (JUT), penyiapan alias pengolahan lahan, dan penanaman.

Langkah awal peningkatan produksi padi, Ali mengatakan lagi, bakal ditempuh dengan meningkatkan luas tanam melalui peningkatan indeks pertanaman dengan program optimasi lahan.

“Antara lain penataan tanggul, pembangunan pintu-pintu air, pompanisasi, dan lain-lain. Ini untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air dan mengurangi akibat banjir alias genangan air yang dapat merusak tanaman pertanian," kata Ali pula.
Baca juga: Pemulihan Suaka Margasatwa Rawa Singkil dinilai mendesak
Baca juga: Suaka Margasatwa Rawa Singkil Aceh alami deforestasi 1.324 hektare


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close