Kementan gandeng aparatur penegak hukum sukseskan Program Jaga Pangan - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu
beritaja.com

Program Jaga Pangan ini salah satu upaya kita di Kementan untuk menjaga produktivitas di tengah ancaman krisis global

Makassar (BERITAJA.COM) - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Inspektorat Jenderal (Itjen) bekerja-sama dengan jejeran Aparat Pengawasan Intern Pemerintahan (APIP) serta Aparatur Penegak Hukum (APH) se-Sulawesi untuk menyukseskan Program Jaga Pangan.

Itjen Kementan Jan Samuel Maringka di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa, mengatakan, Program Jaga Pangan bakal disukseskan di seluruh wilayah Indonesia dan dimulai dari Pulau Sulawesi.

"Program Jaga Pangan ini salah satu upaya kita di Kementan untuk menjaga produktivitas di tengah ancaman krisis global," ujarnya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Ketahanan Pangan di Makassar.

Ia mengatakan kerjasama antara APIP dan APH untuk mengawal pembangunan pertanian, sekaligus menjaga agar tidak ada nan alih fungsi lahan pertanian secara masif.

Jan Maringka pun membujuk seluruh abdi negara APIP dan APH bersama-sama dalam melakukan pengawasan terhadap alih kegunaan lahan pertanian ke lahan bukan pertanian seperti properti, industri, dan pompa bensin.

"Rakor yang dilakukan ini juga untuk membangun sinergi antara APIP dan APH dalam melakukan pengawasan internal pemerintah, sekaligus mewujudkan program menjaga pangan," katanya.

Menurut dia, kerjasama dan sinergi nan baik antara Kementan khususnya APIP dengan pemerintah wilayah serta unsur APH di wilayah cukup efektif untuk mendukung keberhasilan pembangunan pertanian.

Berita lain dengan Judul: Kementan: Pengawas pertanian berkedudukan krusial jaga ketahanan pangan

Jan Maringka menuturkan pengawalan terhadap program pertanian menjadi sangat strategis mengingat sektor pertanian terbukti bisa menjadi penyangga ekonomi nasional ketika terjadi pandemi COVID-19.

"Kenapa kami sangat konsentrasi dalam pengawalan terhadap program pertanian lantaran sudah terbukti bisa menjadi penyangga ekonomi nasional ketika terjadi COVID-19 kemarin," tuturnya.

Mantan Kajati Sulsel itu mengungkapkan banyak negara di bumi setelah pandemi COVID-19 berlalu dihadapkan pada potensi resesi dan krisis global, khususnya dalam bagian pertanian.

Namun untuk di Indonesia, kata dia, kondisi pertanian baik sebelum pandemi dan setelah pandemi produktivitas pertanian menunjukkan perihal positif.

Dia membandingkan info produksi hasil pertanian berasas pendataan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2021 sebanyak 54,42 juta ton Gabah Kering Giling (GKG) dan meningkat menjadi 55,67 juta GKG pada 2022.

"Produksi padi kita cukup baik dan alami peningkatan produksi. Ini kudu kita jaga dan kawal baik-baik. 55,6 juta produksi padi untuk 250 juta masyarakat itu lebih dari cukup," ucapnya.

Berita lain dengan Judul: Menteri Pertanian ajak generasi muda berantas korupsi & jaga pangan
Berita lain dengan Judul: Kementan jaga 11 komoditas untuk jamin ketahanan pangan



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
    close