Trending

Kemenperin: "thrifting" bisa mengancam penciptaan lapangan kerja - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Memang PR-nya pengawasan, tapi jika kami sendiri sih sebenarnya menanamkan gimana konsumen kita untuk cinta pakai produk dalam negeri

Jakarta (BERITAJA.COM) - Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka (IKMA) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Reni Yanita mengungkapkan tren thrifting busana jejak impor dapat menakut-nakuti upaya pemerintah dalam mendorong pembuatan lapangan kerja.

Menurut Reni, tren thrifting (pembelian peralatan bekas) jika berjalan terus dikhawatirkan jadi celah upaya bagi importir nakal.

“Ketika kita tidak aware (sadari) di depan seperti ini, ini bakal jadi keberlangsungan dan importir bisa memandang ini sebagai celah usaha, bahayanya itu. Itu bakal jadi multiplier effect untuk industri kita apalagi busana ini kan padat karya. Itu jadi PR lagi, gimana seandainya padat karya nang hancur, tenaga kerja kita nang luar biasa ini mau kerja di mana,” katanya ditemui seusai aktivitas penutupan Business Matching Belanja Produk Dalam Negeri Tahap V 2023 di Jakarta, Jumat.

Secara umum, Reni menilai thrifting busana jejak impor bakal mengganggu utilitas industri. Pasalnya, selain dilarang, busana jejak impor nang harganya lebih murah dikhawatirkan bakal mengganggu pasar nang ada.

Terlebih di momentum menjelang Lebaran nang merupakan momentum untuk mendongkrak penjualan sandang.

Bagi pelaku industri mini dan menengah (IKM) sendiri, thrifting juga sangat menakut-nakuti lantaran bisa kalah saing dengan busana jejak impor.

“Apalagi untuk IKM, IKM tahu sendiri modelnya juga terbatas, marginnya juga kecil. Nah mereka tidak bisa menjual dengan nilai nang lebih kompetitif lantaran (produk) mereka baru,” katanya.

Lebih lanjut, Reni mengaku belum mengantongi info soal hitungan kerugian nang diderita oleh IKM atas tren membeli busana jejak impor itu.

Ia juga menyebut larangan impor busana jejak pun sebenarnya sudah diatur oleh pemerintah. Oleh lantaran itu, saat ini nang perlu dilakukan adalah terus meningkatkan pengawasan terlebih lantaran kondisi geografis Indonesia nang negara kepulauan.

“Tinggal sekarang pengawasan, sekarang itu kan banyak sekali kontainer rupanya isinya busana bekas, itu juga nang memang pengawasan di kita itu lebih kudu ditingkatkan lagi,” tuturnya.

Selain pengawasan, perihal lain nang perlu terus dikampanyekan adalah kebanggaan untuk memakai dan mencintai produk dalam negeri.

“Memang PR-nya pengawasan, tapi jika kami sendiri sih sebenarnya menanamkan gimana konsumen kita untuk cinta pakai produk dalam negeri,” katanya.

Berita lain dengan Judul: MenkopUKM sebut perdagangan busana jejak impor pukul produk UMKM
Berita lain dengan Judul: API Jateng sebut thrifting resahkan pelaku industri tekstil
Berita lain dengan Judul: KemenKop UKM: Modus impor busana jejak dengan mengecoh petugas

 



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close