Trending

Kemenparekraf berharap industri musik bisa berkontribusi ke ekonomi - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Perkembangan industri musik didorong dengan kemajuan teknologi bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Bandung (BERITAJA.COM) -

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berambisi perkembangan industri musik nang didorong dengan kemajuan teknologi bisa berkontribusi terhadap perekonomian Indonesia.

Direktur Musik, Film dan Animasi Kemenparekraf Mohammad Amin mengatakan akses platform digital dan media sosial saat ini sudah semakin terbuka, sehingga musisi dapat mempromosikan karya mereka dengan mudah.

"Hal ini dapat meningkatkan penghasilan dan potensi upaya dalam industri imajinatif musik," kata Amin dalam keterangannya di Bandung, Jawa Barat, Selasa.

Pada aktivitas Bincang Kreatif Seputar Musik Kota Bandung, Amin mengatakan teknologi memungkinkan para musisi dari Bandung untuk menjangkau pasar nang lebih luas lagi guna mempromosikan karyanya.

Guna mengembangkan ekonomi imajinatif di Indonesia, khususnya sektor musik, menurutnya tak terlepas dari support serta upaya nang dilakukan pemerintah.

Amin mengatakan salah satu upaya Kemenparekraf dalam mendukung pengembangan industri imajinatif musik ialah melalui penyelenggaraan program Aksilarasi (Aksi, Selaras dan Sinergi).

Dia menjelaskan program itu, ialah pendampingan pembuatan dan pemanfaatan produk imajinatif untuk mendorong munculnya produk dan karya unggulan.

Contohnya, dia menyebutkan Kemenparekraf mendorong musik dangdut sebagai musik nang dibentuk di Indonesia agar diusulkan pencatatannya sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia nang diakui.

"Hal ini adalah corak upaya pemerintah dalam mendukung agar industri imajinatif musik Indonesia semakin maju dan dikenal dunia," kata dia.

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Nuzrul Irwan Irawan menilai Kota Bandung menjadi salah satu barometer perkembangan nang menonjol dalam peta industri musik Indonesia.

Sebab, menurutnya banyak penggiat musik bermunculan di Kota Bandung dengan rentetan karya terkenal nang jadi tolok ukur produktivitas para musisi.

"Pada saat ini, ada tantangan nang tetap kudu dibenahi, salah satunya tentang akses perizinan untuk mengadakan aktivitas penyelenggaraan musik. Mungkin diperlukan komitmen berbareng untuk mengatasinya," kata Nuzrul.

Berita lain dengan Judul: Andien Aisyah nilai industri musik tahun ini sangat beragam
Berita lain dengan Judul: Harapan Basboi dan Feel Koplo untuk industri musik Indonesia


Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close