Trends

Kemenkumham: Permohonan paten lokal meningkat signifikan - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) RI mengatakan jumlah permohonan paten lokal terus meningkat signifikan.

"Peningkatan permohonan paten dari inventor dalam negeri nyaris mencapai 40 persen ke Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual pada tahun 2022," kata Direktur Paten Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST) dan Rahasia Dagang Kemenkumham Yasmon di Jakarta, Rabu.

Pada umumnya, sambung dia, permohonan paten di bumi baru bakal meningkat 15 hingga 20 tahun setelah sistem patennya dibangun.

"Alhamdulillah, permohonan paten lokal kita sudah mulai mengalami peningkatan nan signifikan selama beberapa tahun belakangan apalagi mencapai 39,6 persen pada 2022," ujar dia.

Sebagian besar inventor Indonesia, katanya, mendaftarkan paten pada kelas kebutuhan manusia, metalurgi, dan fisika. Pada tahun 2022 DJKI mencatat jumlah permohonan paten di Indonesia, baik dari dalam maupun luar negeri sebanyak 14 ribu lebih.

Berita lain dengan Judul: DJKI: Penguatan penegakan norma strategi Indonesia keluar dari PWL
Berita lain dengan Judul: DJKI lanjutkan sertifikasi pusat perbelanjaan cegah pelanggaran KI

Pada tahun 2021, papar dia, jumlah permohonan paten nan masuk mencapai 12,4 ribu. Angka tersebut meningkat dari 10 ribuan permohonan paten pada tahun 2020.

Meskipun jumlah permohonan paten meningkat cukup signifikan, katanya, DJKI berambisi paten dari perguruan tinggi nan risetnya sudah berbasiskan paten tidak berakhir di permohonan saja lantaran banyak nan ditarik kembali alias hanya sampai di tahap pemeriksaan substantif saja.

Yasmon mengimbau pengajuan paten tidak hanya memandang tiga unsur krusial dalam permohonan paten, ialah baru, mengandung inovasi, dan dapat diaplikasikan di industri. Namun, lebih dari itu, inovator diharapkan memandang potensi ekonomi dari paten nan diajukan agar pemegang paten dapat bayar biaya pemeliharaan terlepas dari program insentif nan ada.

"Jadi bisa dibayangkan jika patennya tidak ada komersialisasinya, siapa nan bakal bayar biaya pemeliharaan dan risetnya," ujar dia.

Sebagai tambahan informasi, Undang-Undang Paten pertama kali disahkan pada tahun 1989 dan bertindak sejak Agustus 1991. Artinya, sistem pelindungan paten telah bertindak di Indonesia selama 31 tahun.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close