Kemenkominfo sebut "startup" berpotensi besar kembangkan "e-goverment" - BeritAja

Sedang Trending 8 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Koordinator Startup Digital Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) Sonny Hendra Sudaryana menyebut bahwa startup atau perusahaan rintisan di 2023 mempunyai potensi nan besar mengembangkan penyalenggaraan kepemerintahan nan berbasis elektronik, e-goverment.

Berita lain dengan Judul: Kemenkominfo resmi buka Startup Studio Indonesia batch 6

"Kami memandang saat ini mulai banyak Goverment Tech yang bertumbuh, itu membantu jasa dari Pemerintah ke masyarakat lebih baik lagi. Sudah banyak juga Kementerian nan terbuka bekerja-sama salah satu contohnya Kementerian Kesehatan cengkir digital transformation office-nya," ujar Sonny dalam aktivitas obrolan di Jakarta, Kamis.

Menurutnya potensi kerjasama para startup dengan penyedia jasa publik semakin besar lantaran saat ini prasarana digital di Indonesia sudah semakin mumpuni berbarengan dengan penyelenggaraan percepatan transformasi digital nasional.

Beberapa contoh prasarana nan dimaksud adalah pemasangan kabel fiber optik sepanjang 550 ribu kilometer untuk menguatkan kualitas internet di Indonesia. Lalu pembangunan-pembangunan menara pemancar sinyal nan disebut Base Transceiver Station (BTS) 4G di wilayah-wilayah nan sebelumnya kesulitan akses internet.

Berita lain dengan Judul: Kemenkominfo minta SSI tingkatkan startup ke upaya lebih nyata

Di samping prasarana nan semakin mumpuni, Sonny juga menyebut visi para penyedia jasa publik untuk meningkatkan layanannya dari sistem tradisional ke sistem nan lebih terdigitaliasi tentunya mendorong potensi kerjasama pemerintah dan startup menjadi lebih tinggi.

Ia mencontohkan salah satu sistem e-goverment yang sudah sukses berkah kerjasama pemerintah dan startup ialah PeduliLindungi.

"Dari situ info kesehatan terbuka, terlihat pemerintah dan kementerian-kementerian sudah lebih terbuka. Jadi startup yang dulu tersendat izin dan akses, saat ini lebih dimudahkan," kata Sonny.

Penyelenggaraan sistem e-Goverment juga menjadi salah satu perihal nan didorong oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dituangkan dalam Peraturan Presiden (Perpres) nomor 95 tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Agar dapat menyukseskan pertumbuhan startup di Indonesia termasuk di sektor e-goverment, Kemenkominfo pun mengatakan siap menjembatani para startup untuk terhubung dengan pihak pemerintah/ lembaga terkait.

Salah satunya dibuktikan lewat program Startup Studio Indonesia (SSI) nan memberi ruang bagi para pendiri startup pemula (early stage startup) mendapatkan training untuk membangun relasi dengan para penyedia jasa publik.

Bagi para alumni SSI, Kemenkominfo juga mengatakan pihaknya terbuka untuk mengatur obrolan antara startup dengan pihak pemerintah lainnya sehingga dapat bekerja-sama dan bisa meningkatkan pelayanan bagi masyarakat lebih optimal.

Berita lain dengan Judul: Dua tahun progam inkubator SSI luluskan 80 startup

Berita lain dengan Judul: SSI masuki "batch" lima, ini langkah pesan para coach

Berita lain dengan Judul: Tujuh "startup" jebolan SSI sukses naik kelas

Livia Kristianti

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di Google News




Ikuti Media Sosial Kami
Affiliate: Life Health / Inforia / Blogkoopedia
close