Trending

Kemenhub satukan persepsi tentang pelayanan ibu hamil di pesawat - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan semua pihak mengenai sehingga pelayanan ibu mengandung penumpang pesawat udara dapat dilaksanakan secara aman....

Jakarta (BERITAJA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menggandeng pemangku kepentingan mengenai untuk menyatukan persepsi dalam memberikan pelayanan bagi penumpang pesawat ibu hamil, sesuai dengan ketentuan yang bertindak dan standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional.

“Kami berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan semua pihak mengenai sehingga pelayanan ibu mengandung penumpang pesawat udara dapat dilaksanakan secara aman, nyaman, serta memenuhi standar dan rekomendasi ICAO (International Civil Aviation Organization)," kata Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah IV Bali Agustinus Budi Hartono dalam keteragan di Jakarta, Selasa.

Agustinus menyampaikan bahwa untuk menyamakan persepsi dengan semua pihak terkait, pihaknya telah menggelar Focus Group Discussion (FGD) mengenai pengangkutan ibu mengandung dengan pesawat udara, yang dilaksanakan di Bali.

Baca juga: Garuda Indonesia - Allianz kerja sama perlindungan penumpang pesawat

Forum yang dilaksanakan pada Senin (20/5) itu menghadirkan seluruh pemangku kepentingan mengenai di bagian penerbangan, ialah perwakilan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I-X, Kementerian Kesehatan, Badan Usaha Angkutan Udara, ground handling, dan Indonesia National Air Carriers Association (INACA).

Selain itu, menghadirkan pula Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Penerbangan (PERDOSPI), Perkumpulan Osbetri Ginekologi Indonesia (POGI) dan unit kerja mengenai lainnya.

Agustinus menuturkan forum tersebut dilaksanakan dalam rangka pengharmonisan standar pelayanan minimal bagi penumpang berkebutuhan khusus, sesuai Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 30 Tahun 2021 tentang Standar Pelayanan Minimal Penumpang Angkutan Udara.

“Tujuan forum itu untuk menyamakan dan pengharmonisan mengenai pelayanan pengangkutan ibu mengandung dengan pesawat udara sesuai dengan patokan yang berlaku, untuk dapat diimplementasikan secara konsisten oleh seluruh stakeholder dalam pelayanan tersebut,” ujar Agustinus.

Baca juga: AP II prediksi jumlah penumpang tembus 1 juta orang saat libur panjang

Agustinus menyebut bahwa ketentuan pengangkutan ibu mengandung di pesawat tertulis di dalam Pasal 9 huruf (e) PM 30 Tahun 2021.

“Dalam PM 30 Tahun 2021 tersebut menyatakan bahwa Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal wajib memastikan penumpang tersebut (ibu hamil) mempunyai surat rekomendasi dari master yang menyatakan diizinkan untuk diangkut melalui pesawat udara,” jelas Agustinus.

Dia juga mengatakan bahwa dalam pelaksanaannya terdapat perbedaan dalam pelayanan pengangkutan ibu hamil.

“Yaitu penetapan persyaratan Surat Rekomendasi Fit to Fly oleh Badan Usaha Angkutan Udara Niaga Berjadwal dengan publikasi Surat Rekomendasi (Surat Laik Terbang/Fit to Fly) oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan Balai Kekarantinaan Kesehatan,” kata Agustinus.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close