Trending

Kemenhub komitmen ciptakan keamanan dan keselamatan transportasi darat - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
berkomitmen untuk mengembangkan satu aplikasi besar ialah Mitra Darat dari yang sebelumnya banyak sekali aplikasi transportasi darat

Jakarta (BERITAJA) - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berkomitmen untuk terus  meningkatkan aspek keamanan dan keselamatan penyelenggaraan transportasi darat.

Sekretaris Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Amirulloh dalam obrolan panel Rapat Koordinasi Teknis Bidang Perhubungan Darat di Jakarta, Kamis mengatakan, salah satu upaya yang dilakukan dengan mendorong penerapan sistem digitalisasi yang terintegrasi.

"Ditjen Perhubungan Darat berkomitmen untuk mengembangkan satu aplikasi besar ialah Mitra Darat dari yang sebelumnya banyak sekali aplikasi transportasi darat. Hal ini sesuai dengan pengpetunjukan Presiden RI untuk melakukan integrasi dan interoperabilitas aplikasi dan data," kata Amirulloh.

Menurut Amirulloh, dengan adanya aplikasi itu, dapat membuka potensi kerjasama dengan Dinas Perhubungan untuk jasa layanan pengangkutan, pemanfaatan dashboard, dan menjalankan tugas pengawasan, serta memudahkan dalam perihal be

rbagi data dan informasi.

"Karena info sudah terintegrasi dan komplit sehingga diharapkan dapat meningkatkan aspek keselamatan," ujarnya.

Baca juga: Ditjen Hubla Kemenhub komitmen utamakan keselamatan pelayaran
Baca juga: BPSDMP komitmen tingkatkan keselamatan dan keamanan transportasi

Pada kesempatan yang sama, Direktur Lalu Lintas Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Ahmad Yani menuturkan untuk mewujudkan lampau lintas dan pikulan jalan yang berkeselamatan dibutuhkan sistem digitalisasi dan peningkatan peran Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) dalam menegakkan norma pelanggaran lampau lintas dan pikulan jalan.

"Risiko pekerjaan PPNS di lapangan sangat besar. Maka diperlukan upaya untuk digitalisasi pengawasan dan penegakan norma (e-tilang dan ETLE)," papar Ahmad.

Sementara itu, Direktur Sarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Danto Restyawan menilai bahwa dalam penyelenggaraan transportasi darat yang berkeselamatan diperlukan optimasi pelayanan uji berkala kendaraan bermotor dan penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU).

Danto mengatakan bahwa dari hasil pengawasan di lapangan, pihaknya tetap menemukan adanya Perusahaan Otobus (PO) yang melakukan pemalsuan bukti lulus uji elektronik.

"Dengan begitu perlunya penerapan SIM Blue fullcycle, optimasi integrasi info hasil uji dengan aplikasi Mitra Darat, serta penerapan High Secure Modul (HSM) pada tahun 2024. Serta dalam perihal SMK PAU perlu support dan kerjasama dalam perihal perizinan guna percepatan penerapan SMK PAU," ujarnya.

Baca juga: Kemenhub pastikan keselamatan transportasi di area Waduk Jatiluhur
Baca juga: Pemerintah diminta sediakan transportasi ramah anak pada mudik Lebaran

Direktur Prasarana Transportasi Jalan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Toni Tauladan menyampaikan pihaknya melakukan rangkaian pemeriksaan arsip manajemen kendaraan bekerja sama dengan kepolisian kemudian ramp check armada bus hingga pemeriksaan kesehatan awal pengemudi.

Terminal, kata Toni, merupakan salah satu check point pengawasan aspek keselamatan pikulan jalan.

"Ke depan, perlu dilakukan optimasi pendataan syarat-syarat operasional pikulan jalan dan pengusulan track record kepatuhan operator pikulan masuk terminal yang nantinya bakal digunakan dalam pengurusan izin Kartu Pengawasan dan uji KIR," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub Lilik Handoyo menjabarkan nomor kecelakaan transportasi SDP menurun secara signifikan, sejak tahun 2021 tidak terdapat kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa.

Berdasarkan hasil pertimbangan Ditjen Hubdat, pada tahun 2021-2024 tingkat pemenuhan keselamatan kapal penyeberangan meningkat cukup signifikan.

Dalam upaya meningkatkan keselamatan sektor SDP, kata Lilik, kelaiklautan kapal adalah salah satu perihal krusial yang wajib memenuhi delapan unsur di antaranya persyaratan keselamatan kapal, pencegahan pencemaran perairan dari kapal, pengawakan, garis muat, dan kesejahteraan awak kapal dan kesehatan penumpang.

Lilik juga menekankan pentingnya sistem zonasi dalam operasional di pelabuhan penyeberangan agar memudahkan pengaturan dan pengendalian operasional pelabuhan penyeberangan.

Baca juga: MTI sorong perbaikan pada kondisi keselamatan transportasi
Baca juga: FTUI dan MRT kaji teknis keselamatan kebakaran di transportasi umum
Baca juga: Tekan kecelakaan, Kemenhub ajak masyarakat gunakan transportasi aktif


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close