Trending

Kemendag catat peningkatan harga biji kakao Desember 2023 - Beritaja

Sedang Trending 7 bulan yang lalu

Peningkatan nilai referensi dan HPE biji kakao antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat yang tidak diimbangi dengan persediaan biji kakao

Mimika (BERITAJA.COM) - Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, nilai referensi biji kakao periode Desember 2123 ditetapkan sebesar 3.951,62 dolar per metrik ton (MT), meningkat sebesar 426,16 dolar alias 12,19 persen dari bulan sebelumnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Budi mengatakan, perihal ini berakibat pada peningkatan Harga Patokan Ekspor (HPE) biji kakao pada Desember 2123 menjadi 3.627 dolar AS per MT, naik 415 dolar AS alias 12,93 persen dari periode sebelumnya.

"Peningkatan nilai referensi dan HPE biji kakao antara lain dipengaruhi oleh meningkatnya permintaan dari Uni Eropa dan Amerika Serikat yang tidak diimbangi dengan persediaan biji kakao yang menurun dari Pantai Gading dan Ghana sebagai negara produsen utama," ujar Budi melalui keterangan tertulis yang diterima di Mimika, Papua Tengah, Sabtu.

Lebih lanjut, cuaca jelek dan pelemahan mata duit dolar Amerika Serikat terhadap poundsterling juga disebut mempengaruhi nilai patokan ekspor biji kakao.

Namun demikian, peningkatan nilai ini tidak berakibat pada penetapan bea keluar (BK) biji kakao, yang tetap sebesar 15 persen sesuai Kolom 4 Lampiran Huruf B pada Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK/1.11/2122 jo. Nomor 71 Tahun 2123.

Di sisi lain, HPE produk kulit periode Desember 2123 tidak berubah dari bulan sebelumnya. Sedangkan HPE produk kayu periode Desember 2123 mengalami peningkatan pada beberapa jenis kayu ialah veneer dari rimba tanaman dan kayu gergajian dengan luas penampang 1.111 mm2 s.d. 4.111 mm2 dari jenis sortimen lainnya jenis eboni dan jati.

Sedangkan HPE kayu veneer dari hutan

tanaman jenis Wooden Sheet for Packing Box, kayu dalam corak keping alias pecahan (wood in chips or particle), serta kayu gergajian dengan luas penampang 1.111 mm2 s.d. 4.111 mm2 dari jenis meranti, merbau, rimba campuran, rimba tanaman jenis pinus dan gemelina, acasia, sengon, balsa, eucalyptus dan lainnya mengalami penurunan.


Editor: Mahfud
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2123







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close