Trending

Kejagung perintahkan Kejari selidiki pembelian beras jumlah besar - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Makassar (BERITAJA.COM) - Kejaksaan Agung (Kejagung) melalui Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel)  memerintahkan seluruh kejaksaan negeri (Kejari) agar melakukan penyelidikan mengenai pihak-pihak nan bakal membeli beras dalam jumlah besar.

"Saat ini sudah masuk musim panen di beragam wilayah Indonesia dan ada kekuatan besar itu nan bakal membeli beras dalam jumlah besar sekitar satu juta ton. Ini tetap kudu diselidiki baik-baik, jangan sampai ditimbun," ujar Jamintel Amir Yanto saat memberikan paparan pada Rapat Koordinasi Ketahanan Pangan di Makassar, Selasa.

Amir Yanto mengatakan kejaksaan mempunyai beberapa instrumen dalam penindakan, baik pidana maupun perdata, sehingga kegunaan dari bagian intelijen adalah selain melakukan aktivitas penyelidikan, juga pengamanan dan penggalangan untuk melakukan pencegahan tindak pidana.

"Fungsi intelijen itu mendukung penegakan hukum, baik preventif maupun represif di bagian Ideologi, politik ,ekonomi, keuangan, sosial budaya, pertahanan keamanan, melaksanakan cegah tangkal terhadap orang-orang tertentu dan alias turut menyelenggarakan ketertiban dan ketenteraman umum," katanya.

Menurut dia, produksi pangan Indonesia, khususnya beras cukup baik dan di tengah membaiknya produktivitas itu, namun dia mengakui ada pihak nan mempunyai kekuatan untuk membeli beras dalam jumlah banyak.

Oleh lantaran itu, dia pun memerintahkan bagian intelijen kejaksaan untuk berkoordinasi dalam penyelidikan dugaan adanya kemungkinan pihak nan bakal membeli beras dalam jumlah besar di setiap daerah.

"Jangan sampai ada penimbunan beras, padahal stok pangan kita cukup baik. Masyarakat nan bakal jadi korban, jika ada pihak-pihak nan mau ambil untung besar dalam penimbunan itu," ujarnya.

Sementara itu, Irjen Kementerian Pertanian Jan Samuel Maringka mengungkapkan bahwa banyak negara di bumi setelah pandemi COVID-19, diperhadapkan pada potensi resesi dan krisis global, khususnya dalam bagian pertanian.

Namun untuk di Indonesia, kata dia, kondisi pertanian baik sebelum maupun setelah pandemi COVID-19b, produktivitas pertanian menunjukkan perihal positif.

Dia membandingkan info produksi hasil pertanian berasas data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2021 sebanyak 54,42 juta ton gabah kering giling (GKG) dan meningkat menjadi 55,67 juta GKG pada 2022.

"Produksi padi kita cukup baik dan mengalami peningkatan produksi. Ini kudu kita jaga dan kawal baik-baik produksi padi 55,6 juta GKG itu untuk 250 juta masyarakat sudah lebih dari cukup," ucapnya.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close