Trends

Kejagung pelajari vonis 2 tahun 9 bulan Edward Seky terkait Asabri - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Kami tetap pelajari dulu, ya. Dalam satu minggu ini kami pasti menyatakan sikap

Jakarta (BERITAJA.COM) - Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung (Kapuspenkum Kejagung) Ketut Sumedana menyatakan bahwa Kejaksaan Agung tetap mempelajari putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat terhadap Edward Seky Soeryadjaya mengenai kasus korupsi Asabri.

"Kami tetap pelajari dulu, ya. Dalam satu minggu ini kami pasti menyatakan sikap," ucap Ketut Sumedana ketika dihubungi oleh BERITAJA.COM dari Jakarta, Kamis.

Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat memvonis Terdakwa Edward Seky Soeryadjaya dengan pidana penjara selama 2 tahun 9 bulan dan denda sebesar Rp300 juta subsidair 3 bulan kurungan.

Majelis pengadil juga membebankan pidana duit pengganti (UP) kepada Edward Seky Soeryadjaya sebesar Rp32.721.491.200 dengan memperhitungkan pengembalian kerugian finansial negara oleh Terdakwa sebesar Rp32.503.852.600 subsider 1 tahun penjara.

Berita lain dengan Judul: Kejagung sebut pengadil Pengadilan Tipikor keliru terapkan hukuman

Berita lain dengan Judul: Kejagung menyita duit Rp20 miliar milik tersangka Asabri

Dalam amar putusan-nya, majelis pengadil menyatakan bahwa Edward tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud Dakwaan Primer.

Adapun dakwaan primernya adalah melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, dan oleh karenanya membebaskan Edward dari dakwaan primer tersebut.

Majelis pengadil menyatakan bahwa Edward terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

"Atas putusan tersebut, Terdakwa dan Penuntut Umum menyatakan pikir-pikir," ucap Ketut.

Edward Seky Soerjadjaya alias ESS merupakan mantan Direktur ORTOS HOLDING, Ltd. Ia terlibat dalam perkara tindak pidana korupsi dalam pengelolaan finansial dan biaya investasi oleh PT. ASABRI (persero) pada beberapa perusahaan periode tahun 2012-2019.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close