Trending

KBRI Amman dorong pelaku ekspor UMKM masuk pasar Yordania - Beritaja

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Amman (BERITAJA) - KBRI Amman mendorong para pelaku ekspor dan UMKM untuk memasuki pasar Yordania melalui rangkaian aktivitas seminar dan pameran produk di dua kota ialah di Amman dan Irbid.

KBRI Amman menggelar Seminar Bisnis dan Produk Indonesia di Yordania pada Kamis dengan menggandeng Indonesia Jordan Business Council (IJBC) yang dilanjutkan dengan "business matching" antara pelaku upaya di Yordania dan sembilan pelaku ekspor dari Indonesia.

Duta Besar RI untuk Yordania merangkap Palestina, Ade Padmo Sarwono mengatakan aktivitas itu adalah untuk memperkenalkan lebih banyak produk Indonesia ke pasar negara tersebut.

"Tujuannya adalah untuk terus menerus mempromosikan produk-produk Indonesia. Kita targetkan agar lebih banyak produk Indonesia yangmampu diperkenalkan, lantaran jika di Yordania ini, semua orang sudah tahu ada kopi sachet misalnya. Kita coba untuk pamerkan produk-produk lain yangmampu diterima di pasar Yordania," ujar Dubes Ade.

Produk yang ditawarkan dalam kesempatan itu beragam mulai dari makanan jadi, kopi, briket, cat, beras hingga perhiasan.

Dubes Ade memaparkan bahwa melalui aktivitas yang bakal digelar rutin tersebut, diharapkan dapat meningkatkan neraca perdagangan antara kedua negara.

"Ini untuk meningkatkan keseimbangan neraca jual beli antara Indonesia dan Yordania yang dua tahun ini menunjukkan nomor peningkatan meski sempat ada penurunan lantaran ada situasi di Gaza," ujarnya.

Suasana aktivitas Seminar Bisnis dan Pameran Produk Indonesia di Palestina pada Kamis (11/7) di Amman, Yordania. (BERITAJA/)

Data dari peta jual beli International Trade Center menunjukkan total nilai perdagangan antara Indonesia dan Yordania pada Januari-Mei 2024 adalah sebesar 426,2 juta dolar AS (Sekitar Rp6,85 triliun) dengan ekspor terbesar adalah perhiasan, arang kayu, kayu lapis dan kaviar. Sedangkan impor terbesar dari Yordania adalah fosfat, pupuk, emas dan garmen.

Ade menyebut ke depannya, agenda seminar upaya dan pameran produk tersebut direncanakan untuk digelar dengan menghadirkan lebih banyak pelaku ekspor asal Indonesia, jika situasi memungkinkan.

Seorang peserta pameran, CEO Hugo Inovasi, Astin Atsna mengatakan tertarik untuk memasuki pasar Yordania untuk semakin memperlebar pasarnya.

"Selama ini pasar kita adalah pasar produk organik ke Eropa, Amerika, Australia. Itu pasar utama kita. Untuk Timur Tengah, kita baru masuk ke Saudi Arabia. Harapannya kitamampu masuk ke lebih banyak pasar di Timur Tengah," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, para pebisnis dari Yordania juga diundang untuk mengikuti Jakarta Halal Expo and Conference yang digelar pada 30 Agustus-1 September serta Trade Expo Indonesia 2024 pada 9-12 Oktober. Keduanya bakal digelar di letak sama ialah di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD City, Tangerang.

Baca juga: KBRI Amman jajaki potensi produk kelapa Kabupaten Majene
Baca juga: Indonesia bidik kesempatan pasar Yordania pascawabah COVID-19


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close