Trending

Kapolres HST cek rutin ponsel personel guna putus rantai judi online - Beritaja

Sedang Trending 3 minggu yang lalu
“Saat ini cukup marak pemberitaan di media mengenai oknum personil Polri yang terjerat kasus pertaruhan secara daring (online), saya tidak mau ada personil Polres HST yang terlibat. Saya bakal tindak tegas,”

Hulu Sungai Tengah, Kalsel (BERITAJA) - Kapolres Hulu Sungai Tengah (HST), Polda Kalimantan Selatan (Kalsel) AKBP Jimmy Kurniawan melakukan pengecekan telepon seluler (ponsel) milik personel secara rutin setelah penyelenggaraan apel pagi untuk memutus rantai gambling online di internal kepolisian.

“Saat ini cukup marak pemberitaan di media mengenai oknum personil Polri yang terjerat kasus pertaruhan secara daring (online), saya tidak mau ada personil Polres HST yang terlibat. Saya bakal tindak tegas,” kata Jimmy di Barabai, Hulu Sungai Tengah, Minggu.

Dia menyebut pemeriksaan rutin tidak hanya saat apel pagi saja, namun bakal dilakukan dalam waktu dan kondisi tertentu jika dibutuhkan.

“Beberapa waktu lalu, Wakapolres HST juga memeriksa secara langsung ponsel personel setelah penyelenggaraan apel pagi, ini bakal terus kami lakukan untuk mencegah segala corak aktivitas gambling online,” ujarnya.

Jimmy menekankan bakal menyikat dan menindak tegas semua personil yang terlibat tindakan pertaruhan baik secara online maupun secara langsung.

Menurut dia, permainan gambling online pada era sekarang sangatlah meresahkan, apalagi lebih rawan dari kasus narkoba, lantaran andaikan sudah kecanduan tidak hanya merusak diri sendiri saja tetapi juga keluarga, termasuk juga mencoreng nama baik lembaga Polri.

Sebagai personil Polri, kata Jimmy, semestinya dapat menjaga maruah, martabat, dan nama baik lembaga kepolisian dalam rangka melayani, melindungi, dan melindungi masyarakat.

Oleh lantaran itu, dia mengingatkan setiap personil Polres HST dilarang keras terlibat dalam segala corak tindakan pertaruhan baik online maupun offline lantaran hukuman berat menanti hingga berujung pemecatan dan pidana penjara.

“Pemeriksaan ini juga bermaksud untuk mencegah pelanggaran kode etik dan tindak pidana bagi personel yangmampu merusak gambaran lembaga Polri,” ujar Jimmy.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close