Kapolda Kalsel tegaskan "debt collector" tak boleh berkembang - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu
beritaja.com

Banjarmasin (BERITAJA.COM) - Kapolda Kalimantan Selatan Irjen Pol Andi Rian R Djajadi menegaskan aktivitas "debt collector" alias penagih utang tak boleh terjadi dan berkembang di wilayahnya dengan argumen apapun apalagi sampai melakukan intimidasi hingga tindak kekerasan.

"Saya perintahkan tindak tegas jika ditemukan alias laporan adanya debt collector nan membikin keresahan di masyarakat," kata dia di Banjarmasin, Rabu.

Andi Rian pun mengingatkan kembali mengenai patokan angsuran dalam jual beli kendaraan bermotor ada sistem nan diatur dalam Undang-Undang Nomor 42 Tahun 1999 tentang Jaminan Fidusia (UU Jaminan Fidusia).

Oleh lantaran itu, mengenai cidera janji (wanprestasi) oleh pemberi kewenangan fidusia (debitur) terhadap kreditur maka kreditur kudu mengusulkan permohonan penyelenggaraan eksekusi kepada Pengadilan Negeri.

"Jadi tidak bisa serta merta melakukan eksekusi sendiri secara paksa misalnya dengan support debt collector lantaran ada sistem norma nan telah mengaturnya," jelas jenderal polisi bintang dua itu.

Kapolda membujuk pula kepada perusahaan leasing agar bisa bekerja sama dengan Polri jika ada debitur tidak melakukan pembayaran secara sengaja untuk bisa diambil langkah mulai persuasif hingga penegakan norma sesuai UU Jaminan Fidusia.

"Kalau hutang piutang seperti pinjaman online memang murni perdata, namun mengenai perjanjian angsuran bisa dilakukan penegakan norma UU Jaminan Fidusia," ujarnya.
 

Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser saat merilis kasus kekerasan oknum "debt collector". (BERITAJA.COM/Firman)

Salah satu kasus kekerasan oknum debt collector nan sempat mencuat baru-baru ini terjadi di Kabupaten Tapin.

Tiga penagih utang berinisial BE berbareng RM dan IR atas suruhan IQ datang ke rumah Jiwo di Desa Pualam Sari Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin untuk menagih hutang sebesar Rp1,9 miliar sehingga perkelahian terjadi.

Melihat kejadian tersebut, korban berinisial SA (17) nan merupakan adik Jiwo berupaya melerai, pelaku malah menyerang korban SA dengan menggunakan senjata tajam sehingga mengakibatkan korban mengalami luka sayatan di telapak tangan sebelah kiri dan luka tusuk di bagian tangan sebelah kiri.

Polisi langsung bergerak sigap mengamankan pelaku kurang dari 24 jam di rumah Kepala Desa Lokpaikat, Kabupaten Tapin.

Sementara pelaku berinisial RM menyerahkan diri ke Polres Tapin beberapa hari berikutnya.

Kapolres Tapin AKBP Ernesto Saiser mengatakan sejak kejadian tersebut pihaknya terus mengejar pelaku berinisial IR dan hari ini IR menyerahkan diri ke Polres untuk menjalani proses hukum.

Berita lain dengan Judul: Polda Metro Jaya kembali tangkap "debt collector"

Berita lain dengan Judul: OJK: "Debt collector" jadi tanggung jawab perusahaan jasa keuangan

Firman

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
    close