Trending

Jokowi perintahkan percepatan investasi hilirisasi batu bara jadi DME - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Karena kita tetap impor sekira 6-7 juta ton per tahun dan perlahan bakal mengurangi impor dengan subtitusi DME.

Jakarta (BERITAJA.COM) - Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan jejeran menteri mengenai untuk melakukan percepatan investasi di bagian hilirisasi batu bara menjadi Dimethyl Ether (DME), demikian disampaikan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.

Menteri Investasi menyatakan Presiden Jokowi menyampaikan perintah itu, saat memimpin rapat mengenai perihal tersebut, di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa.

"Bapak Presiden memerintahkan kami untuk melakukan percepatan, ini bagian dari mengoptimalkan batu bara low calorie untuk menjadi pergantian DME kita," kata Bahlil kepada wartawan di lingkungan Istana Kepresidenan Jakarta selepas rapat.

Bahlil menjelaskan bahwa upaya hilirisasi alias gasifikasi batu bara menjadi DME tersebut, menjadi langkah untuk mengurangi ketergantungan terhadap impor dalam memenuhi kebutuhan liquefied petroleum gas (LPG).

"Karena kita tetap impor sekira 6-7 juta ton per tahun dan perlahan kita bakal mengurangi impor dengan subtitusi DME," ujarnya.

Menteri Investasi menambahkan dalam rapat tersebut turut dibahas mengenai perkembangan proyek pabrik gasifikasi batu bara menjadi DME nan dikerjakan PT Bukit Asam berbareng PT Pertamina dan Air Products and Chemicals, di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan (Sumsel).

Menurut Bahlil, proyek itu saat ini berada dalam proses di tahapan persiapan publikasi peraturan presiden (perpres), nan diyakininya dalam waktu dekat segera selesai.

"Ini tetap ada kalkulasi tentang karbon aja nan belum clear, jadi sejenak lagi bakal selesai," ujarnya.

Presiden Jokowi sebelumnya telah meresmikan dimulainya pembangunan proyek gasifikasi menjadi DME di Muara Enim, Sumsel, pada 24 Januari 2022.

Saat itu, Presiden menegaskan bahwa hasil proyek tersebut dapat mengurangi beban anggaran subsidi LPG hingga kisaran Rp60-70 triliun dari APBN dengan beranjak ke penggunaan DME.

Anggaran tersebut diberikan pemerintah berupa penyaluran subsidi untuk konsumsi LPG oleh masyarakat. Kebutuhan LPG sendiri mencapai Rp100 triliun, nan Rp80 triliun di antaranya kudu didatangkan melalui impor.
Berita lain dengan Judul: Kementerian Investasi boyong sejumlah minat investasi dari WEF 2022
Berita lain dengan Judul: Menteri Bahlil sebut investasi hilirisasi DME kurangi impor LPG RI


Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close