Trending

Jenis mobil yang bebas melintas di jalan ganjil genap - Beritaja

Sedang Trending 5 hari yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Kebijakan ganjil genap telah digunakan oleh pemerintah dalam upaya mengurangi kepadatan lampau lintas dan polusi udara di Jakarta dan beberapa wilayah lainnya dalam beberapa tahun terakhir ini.

Ganjil genap merupakan patokan pengurangan kepadatan lampau lintas dengan membatasi jumlah kendaraan mobil dilihat dari nomor plat.

Sesuai kebijakan yang berlaku, kendaraan mobil dengan plat nomor belakang genap hanya dapat dikendarai pada tanggal genap, sedangkan kendaraan mobil dengan plat nomor belakang ganjil dapat dikendarai pada tanggal ganjil.

Mobil dengan plat nomor belakang 0 termasuk golongan genap, karena golongan ganjil nomor 1 dihitung setelah nomor 0.

Namun, ada beberapa kendaraan yang dapat melintasi letak ganjil genap tanpa batas alias tidak terkena sistem ganjil genap yang bertindak saat ini.

Salah satu mobil yang tidak terkena ganjil genap adalah mobil listrik, karena perihal menjadi upaya pemerintah mendukung masyarakat dalam penggunaan kendaraan ramah lingkungan.

Apa saja jenis mobil yang tidak terkena ganjil genap? Berikut peratutannya yang sudah diatur oleh Peraturan Gubernur (Pergub) 51 tahun 2020.

  • Mobil dengan stiker yang menunjukkan disabilitas
  • Ambulans
  • Pemadam Kebakaran
  • Angkutan umum berpelat kuning
  • Sepeda Motor
  • Kendaraan berbahan bakar listrik
  • Truk tangki bahan bakar
  • Wahana ketua lembaga tinggi negara, seperti presiden alias wakil presiden, ketua MPR, DPR. DPD, MA, MK, KY, dan BPK
  • Kendaraan operasional bercap TNKB merah, TNI, dan Polri
  • Kendaraan para pemimpin dan pejabat asing yang sedang menjadi tamu negara
  • Kendaraan yang digunakan untuk pemindahan kecelakaan lampau lintas
  • Kendaraan yang digunakan untuk mengangkut duit Bank Indonesia antar bank dan mengisi ATM di bawah pengawasan petugas Polri
  • Kendaraan yang diperuntukkan bagi keperluan tertentu berasas kebijaksanaan Kepolisian Negara.

Kendati demikian, peraturan ganjil genap acapkali menjadi suatu masalah pengendara ketika sedang berlalu lintas. Sehingga banyak masyarakat memilih menggunakan transportasi umum untuk menghindari hukuman ganjil genap ini.

Selain dari jenis mobil tersebut, jika melanggar patokan ganjil genap yang sedang bertindak bakal dikenakan hukuman tilang. Peraturan ini diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) bahwa pelanggar ganjil genap bakal dikenai biaya denda dengan nominal Rp 500.000.

Baca juga: Daftar 26 ruas jalan di Jakarta yang bertindak ganjil genap

Baca juga: 8.725 kendaraan langgar patokan ganjil-genap saat arus mudik dan balik

Baca juga: Polri sebut pemberlakuan ganjil-genap pada arus mudik diawasi ETLE


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close