Jangan Anggap Remeh "fatherless", Ini Peran Penting Ayah Di Keluarga - Beritaja

Albert Michael By: Albert Michael - Tuesday, 25 February 2025 22:53:49

BERITAJA is a International-focused news website dedicated to reporting current events and trending stories from across the country. We publish news coverage on local and national issues, politics, business, technology, and community developments. Content is curated and edited to ensure clarity and relevance for our readers.

Jakarta (BERITAJA) - Istilah fatherless merujuk pada kondisi di mana seorang anak tumbuh tanpa kehadiran alias peran aktif seorang ayah dalam kehidupannya.

Ketidakhadiran ayah mampu terjadi lantaran beragam alasan, seperti perceraian, kematian, alias aspek sosial lainnya yang mengakibatkan peran ayah menjadi minim alias tidak ada sama sekali.

Fenomena ini semakin mendapat perhatian lantaran beragam penelitian menunjukkan akibat besar dari ketiadaan figur ayah terhadap perkembangan anak.

Anak yang tumbuh tanpa ayah condong mengalami kesulitan dalam aspek emosional, sosial, dan akademik, sehingga peran ayah dianggap krusial dalam membentuk kepribadian dan kesejahteraan anak.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Indonesia pada tahun 2024 mengindikasikan peningkatan jumlah rumah tangga dengan orang tua tunggal, di mana sekitar 18 persen di antaranya dipimpin oleh ibu tanpa kehadiran ayah. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran mengenai akibat jangka panjang terhadap generasi mendatang.

Baca juga: Pentingnya ayah luangkan waktu untuk anak meski WFH

Pentingnya peran seorang ayah terhadap anak

Sejumlah penelitian mengatakan bahwa peran ayah tidak terbatas pada memenuhi kebutuhan finansial, tetapi juga mencakup kegunaan sebagai teladan dan sumber support emosional bagi anak. Kehadiran seorang ayah dalam kehidupan anak dapat memberikan rasa kondusif serta membentuk karakter yang kuat.

Selain itu, keterlibatan ayah berkedudukan krusial dalam pengembangan identitas diri, peningkatan rasa percaya diri, dan keahlian sosial anak. Anak yang mendapatkan perhatian serta pengpetunjukan dari ayahnya condong lebih mampu beradaptasi dengan lingkungan dan menghadapi tantangan kehidupan dengan lebih baik.

Sebaliknya, penelitian juga menunjukkan bahwa anak-anak yang tumbuh tanpa figur ayah lebih berisiko mengalami beragam permasalahan. Mereka condong menghadapi hambatan dalam perilaku, mempunyai prestasi akademis yang rendah, serta mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan sosial.

Temuan ini menegaskan bahwa kehadiran ayah sangat berpengaruh terhadap beragam aspek perkembangan anak. Kehadiran ayah dalam family memberikan akibat positif yang luas, di antaranya sebagai berikut:

Baca juga: Keluarga yang kehilangan sosok ayah

1. Pembentukan karakter dan nilai moral

Ayah acapkali mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan integritas dengan teladan sehari-hari.

2. Pengembangan keahlian sosial

Interaksi dengan ayah membantu anak memahami dinamika sosial, membangun kepercayaan diri, dan mengembangkan keahlian untuk berkomunikasi dengan baik.

3. Dukungan emosional

Peran ayah dalam memberikan support emosional dapat menjadi landasan krusial bagi anak dalam menghadapi tantangan dan stres di kemudian hari.

Baca juga: Optimalkan tumbuh kembang, sosok ayah perlu datang di kehidupan anak

Anak yang mengalami fatherless dapat dibantu dengan beberapa solusi berikut:

1. Peran figur ayah pengganti

Anak dapat mendapatkan pengpetunjukan dari figur ayah pengganti, seperti kakek, paman, guru, alias mentor yang mampu memberikan support emosional dan menjadi panutan dalam kehidupannya.

2. Bimbingan dan konseling

Mengikuti program konseling alias pengpetunjukan psikologis dapat membantu anak mengatasi akibat emosional akibat ketidakhadiran ayah serta membangun kepercayaan diri dan kemandirian.

3. Dukungan dari ibu dan keluarga

Ibu dan personil family lain dapat memberikan kasih sayang, perhatian, serta lingkungan yang stabil agar anak tetap merasa dicintai dan didukung dalam perkembangannya.

Baca juga: Psikolog ingatkan perihal perlu diperhatikan pasangan sebelum menikah

4. Aktivitas positif dan komunitas

Mengikutsertakan anak dalam aktivitas ekstrakurikuler, olahraga, alias organisasi yang sehat dapat membantu mereka membangun keahlian sosial, mengembangkan bakat, dan mendapatkan support dari lingkungan yang positif.

5. Pendidikan karakter dan kemandirian

Mengajarkan nilai-nilai tanggung jawab, disiplin, serta kemandirian sejak awal dapat membantu anak mengembangkan pribadi yang kuat dan tidak mudah terpengaruh oleh kondisi yang dihadapinya.

Dalam konteks perkembangan anak, kehadiran seorang ayah mempunyai peran yang tak tergantikan. Figur ayah tidak hanya berkedudukan sebagai pelindung dan penyedia kebutuhan, tetapi juga sebagai panutan yang membentuk karakter serta memberikan support emosional bagi anak.

Meskipun kejadian fatherless kian meningkat, upaya berbareng antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah sangat diperlukan. Dukungan yang optimal dapat membantu anak-anak tumbuh menjadi perseorangan yang mandiri, berkarakter, dan mampu menghadapi beragam tantangan di masa depan.

Baca juga: Kementerian PPPA: RUU KIA atasi persoalan "fatherless"

Baca juga: Psikolog sebut perceraian jadi penyebab kejadian fatherless

petunjukap
Editor: Hany
Copyright © BERITAJA 2025


you are at the end of the news article with the title:

"Jangan Anggap Remeh "fatherless", Ini Peran Penting Ayah Di Keluarga - Beritaja"


Editor’s Note: If you're considering RV insurance, including options from National General and Good Sam, this guide provides a detailed comparison to help you make an informed decision. National General Good Sam RV Insurance: Complete Guide & Comparison (2026).

*Some links in this article may be affiliate links. This means we may earn a small commission at no extra cost to you, helping us keep the content free and up-to-date







Please read other interesting content from Beritaja.com at Google News and Whatsapp Channel!