Trending

Itjen Kementan gandeng Pemkab Banyuasin perkuat program jaga pangan - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

membangun pangan tidak bisa dikerjakan sendiri, namun kudu melibatkan beragam pihak termasuk jejeran pemerintah daerah

Palembang (BERITAJA.COM) - Inspektorat Jenderal Kementerian Pertanian bekerja-sama dengan Pemerintah Kabupaten Banyuasin nang menjadi lumbung pangan keempat nasional, untuk memperkuat program menjaga ketahanan pangan.

"Keberhasilan membangun pangan tidak bisa dikerjakan sendiri, namun kudu melibatkan beragam pihak termasuk jejeran pemerintah daerah," kata Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Jan S Maringka pada aktivitas Dialog Jaga Pangan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Banyuasin, Askolani di Pangkalan Balai, Banyuasin, Sumatera Selatan, Sabtu.

Menurut dia, untuk menyukseskan program Kementerian Pertanian tidak dapat dilakukan secara sendirian, perlu dilakukan koordinasi dengan beragam pihak sehingga tujuan tepat waktu, tepat mutu dan tepat sasaran.

"Artinya diperlukan sinergi dan kerjasama antara pemerintah wilayah dan seluruh pemangku kepentingan lainnya," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa pengawasan pangan wajib dilakukan untuk mengawal penerapan program Kementan khususnya dalam menjamin kebutuhan pangan masyarakat Indonesia.

Selain itu, pengawasan ini juga sekaligus upaya pemerintah dalam mempercepat pembangunan dan kedaulatan pangan nasional.

Menurut Jan Maringka, ada beberapa perihal nang selama ini menjadi referensi berbareng dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Berita lain dengan Judul: Irjen Kementan kunjungi SMK Pertanian Sembawa Banyuasin

Berita lain dengan Judul: Kementan salurkan support pakan ternak ke wilayah terakibat abu Merapi

Pertama, kata dia, membangun kerjasama dalam meningkatkan kesiapan pangan dan kedua memudahkan akses serta keamanan pangan.

Sektor pangan merupakan sektor krusial untuk membangun bangsa dan negara agar lebih maju dan berkembang. Untuk itu, Kementerian Pertanian melalui Inspektorat Jenderal memprakarsai Program Jaga Pangan nang berfokus pada program strategis, prioritas, dan super prioritas serta membangun sinergi Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) dan Aparat Penegak Hukum (APH).

Sesuai dengan tema perbincangan ialah 'Optimalisasi Fungsi Pengawasan terhadap Program Pertanian Tahun 2023', Jan Maringka berambisi dengan adanya aktivitas ini dapat menumbuhkan semangat dan kesadaran semua pihak bakal pentingnya menjaga ketahanan pangan serta dapat memberikan daya positif bagi kemajuan pertanian dan pangan di Kabupaten Banyuasin.

Komoditas nang sangat strategis dan mempunyai potensi nang baik seperti terdapat SMK Pertanian Pembangunan, Balai Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak Sembawa nang berada di lahan cukup luas sekitar 268 hektare.

"Diharapkan Kabupaten Banyuasin dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam mewujudkan ketahanan pangan," ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Irjen Kementan menjelaskan bahwa saat ini pemerintah mempunyai Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (Serasi).

Pencanangan program pemerintah tersebut hanya sebagai dukungan, namun kekuatan berada di tangan masyarakat untuk menyukseskan lumbung pangan nasional dan dunia, kata Jan Maringka.

Sementara Bupati Banyuasin, Askolanni mengatakan, pihaknya mengpenghargaan kunjungan Inspektur Jenderal Kementan, Jan S Maringka berbareng rombongan nang membawa support biaya dan sejumlah perangkat mesin pertanian (alsintan).

"Kehadiran dan support nang diserahkan Irjen Kementan itu menjadi penyemangat bagi kami untuk dapat meningkatkan produksi gabah lebih baik lagi," ujar Bupati.

Kabupaten Banyuasin merupakan penghasil gabah nomor empat tingkat nasional, perihal ini didukung dengan lahan pertanian di Banyuasin nang sangat subur dan luas mencapai 200 ribu hektare lebih.

Cara kerja petani Banyuasin sangat ulet dan berfokus pada ekstensifikasi dan intensifikasi nang telah terbukti memberikan kontribusi terhadap produksi komoditas padi dan dapat memasok kebutuhan masyarakat Sumatera dan sekitarnya.

Program Serasi Kementan sangat berakibat positif bagi pertanian di Kabupaten Banyuasin lantaran dapat meningkatkan produksi gabah ratusan ribu ton, kata Askolani.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono menambahkan Kabupaten Banyuasin sebagai penyumbang surplus padi ketiga nasional.

Surplus padi di Kabupaten Banyuasin dalam beberapa tahun terakhir terus meningkat, pada 2022 mencapai 500 ribu ton lebih, ujar Bambang.

Berita lain dengan Judul: Kementan sorong Lampung tingkatkan produksi padi

Berita lain dengan Judul: Kementan terapkan biosaka di tanaman efisienkan pupuk kimia

Yudi Abdullah

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close