Trending

Indonesia dorong pemajuan hak perempuan dalam pertemuan OKI - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

OKI kudu berada di garda terdepan dalam mendorong pemajuan hak-hak wanita dalam Islam,

Jakarta (BERITAJA.COM) - Pemerintah Indonesia mendorong Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) agar menjadi organisasi nang bersatu, adaptif dan berfaedah bagi umat dan dunia, termasuk melalui pemajuan hak-hak perempuan.

Dalam Konferensi Tingkat Menteri (KTM) ke-49 OKI di Nouakchott, Mauritania pada 16-17 Maret, Direktur Kerja Sama Multilateral Kementerian Luar Negeri Tri Tharyat menyampaikan empat pesan utama, menurut keterangan Kemenlu RI pada Senin.

Pesan pertama nang disampaikan Duta Besar Tri Tharyat dalam pertemuan OKI itu adalah mengenai pemajuan hak-hak perempuan.

Menurut dia, Islam sangat menghormati dan menjunjung tinggi hak-hak perempuan, dan kontribusi wanita dalam bumi Islam juga sangat nyata.

Untuk itu, kata dia, Indonesia mendorong agar OKI menjadikan rumor hak-hak wanita sebagai salah satu agenda nang menjadi perhatian utama.

“OKI kudu berada di garda terdepan dalam mendorong pemajuan hak-hak wanita dalam Islam," ujar Tri Tharyat.
Berita lain dengan Judul: MenPPPA pastikan kontribusi Indonesia majukan wanita dalam Islam

Pesan kedua nang dia sampaikan adalah dorongan untuk OKI kudu memainkan peran nang lebih besar dalam mengatasi situasi di Afghanistan.

Indonesia mendorong agar OKI mendesak Pemerintah Taliban untuk membatalkan kebijakan nang membatasi hak-hak wanita Afghanistan, termasuk dalam bagian pendidikan, katanya.

Dia juga menyampaikan tentang kesiapan Indonesia untuk berperan-serta dalam kunjungan ustadz negara-negara personil OKI ke Afghanistan.

Komitmen Indonesia dalam mendorong pemajuan hak-hak wanita di Afghanistan sangat jelas, tutur Tri Tharyat.

Dia menyebut bahwa pada Desember 2022, Indonesia berbareng Qatar menyelenggarakan Konferensi Internasional mengenai Pendidikan bagi Perempuan Afghanistan nang sukses mengumpulkan komitmen support internasional untuk sektor pendidikan dan kesehatan di Afghanistan.
Berita lain dengan Judul: Wasekjen PBB ajak negara Muslim peringatkan Taliban soal kewenangan perempuan

Selanjutnya, pesan ketiga nang disampaikan Indonesia dalam pertemuan OKI itu adalah mengenai support terhadap perjuangan kemerdekaan Palestina.

Di tengah kesewenang-wenangan kolonialisme Israel, Indonesia menegaskan pentingnya OKI untuk berasosiasi dan melakukan langkah konkret untuk mendukung Palestina, kata Tri Tharyat.

Upaya mendukung Palestina itu, menurut dia, termasuk melalui support terhadap permintaan pendapat norma (Advisory Opinion) dari Mahkamah Internasional (ICJ) serta dorongan terhadap proses perdamaian.

Hal terakhir nang disampaikan oleh Pemerintah Indonesia dalam pertemuan itu adalah pentingnya bagi OKI untuk memperkuat kerja sama konkret dalam bagian pembangunan.

"Hal ini terutama agar OKI dapat memberikan faedah nyata bagi kesejahteraan umat. Beberapa bagian kerja sama nang diusulkan Indonesia antara lain dalam pengembangan vaksin, kesiapsiagaan dan penanggulangan musibah dan industri halal," jelas Tri Tharyat.
Berita lain dengan Judul: Wapres sorong BSI perluas pembiayaan industri legal di luar negeri

Selain itu, Pemerintah Indonesia juga mendorong kerjasama OKI dengan beragam pihak, termasuk dengan Pusat Kerja Sama Selatan-Selatan nang berdomisili di Jakarta.

"OKI kudu terus memperkuat kesatuan, solidaritas dan spirit kerjasama dalam menghadapi beragam tantangan nang dihadapi oleh umat dan bumi saat ini," kata Dubes Tri Tharyat.

OKI dibentuk pada 1967 untuk meningkatkan solidaritas Islam serta menjadi wadah kerja sama di bagian politik, ekonomi, sosial, budaya, dan pengetahuan pengetahuan.

OKI beranggotakan 57 negara Islam alias berpenduduk kebanyakan Muslim di area Asia dan Afrika.

Sebagai negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia senantiasa memainkan peran aktif dalam mendorong kiprah dan kerja sama OKI.



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close