Trends

Indef: Subsidi BBM jaga 5,7 juta penduduk tidak jatuh miskin - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Subsidi daya wajib diberikan lantaran merupakan petunjuk undang-undang nan kudu dijalankan oleh pemerintah sehingga kudu tepat sasaran

Jakarta (BERITAJA.COM) - Kepala Pusat Ekonomi Makro dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan subsidi bahan bakar minyak (BBM) dapat menjaga 5,7 juta jiwa masyarakat Indonesia tidak jatuh ke lembah kemiskinan.

"Secara nasional kebijakan subsidi BBM bisa menjaga sekitar 5,7 juta orang alias 2,10 persen masyarakat Indonesia untuk tidak jatuh ke lembah kemiskinan dan sebanyak 198 ribu orang di antaranya berasal dari family nelayan," katanya dalam Diskusi Publik: Subsidi Energi dan Kemiskinan nan dipantau secara virtual di Jakarta, Rabu.

Rizal menuturkan jika subsidi BBM ditiadakan, Jawa Timur bakal menjadi provinsi nan jumlah kemiskinannya naik paling banyak sekitar 1,1 juta penduduknya alias 1,8 persen bakal jatuh ke lembah kemiskinan.

Sementara itu, subsidi elpiji 3 kg secara empiris terbukti bisa menyelamatkan sekitar 6,9 juta rumah tangga untuk tidak jatuh miskin.

Kelompok rumah tangga nelayan nan terselamatkan dari ancaman kemiskinan akibat adanya kebijakan subsidi elpiji 3 kg adalah sekitar 264 ribu orang alias tiga persen dari total masyarakat nan menggantungkan hidupnya dari aktivitas nelayan.

Jika subsidi BBM ditiadakan, Rizal mengatakan sekitar empat juta masyarakat Jawa bakal jatuh miskin dan jumlah paling besar berada di Jawa Timur.

"Subsidi daya wajib diberikan lantaran merupakan petunjuk undang-undang nan kudu dijalankan oleh pemerintah sehingga kudu tepat sasaran," ujarnya.

Rizal menuturkan subsidi daya berupa subsidi elpiji 3 kg dan BBM secara empiris terbukti bisa menjaga rumah tangga Indonesia untuk tidak jatuh ke lembah kemiskinan terutama bagi masyarakat nelayan.

"Seyogyanya subsidi daya tetap diberlakukan dan menjadi prioritas untuk menjaga kualitas pertumbuhan, jadi kebijakan fiskal nan pro-poor," tuturnya.

Dalam implementasinya, subsidi elpiji 3 kg dan BBM tetap banyak dinikmati oleh mereka nan tidak berkuasa sehingga perlu kebijakan lebih lanjut mengenai efisiensi dan ketepatan sasaran penyaluran subsidi.

"Subsidi BBM besar-besaran itu tidak menyentuh kemiskinan absolut alias ekstrem di mana program pemerintah selama ini tetap kudu diperbaiki efektivitasnya dalam pengedaran subsidi nan tepat sasaran terutama untuk mencapai nol persen di tahun 2024," kata Rizal.

Berita lain dengan Judul: Dirut Pertamina sebut tiga perihal agar BBM nelayan tersalur dengan baik
Berita lain dengan Judul: Pengamat: Kenaikan nilai BBM non subsidi rentan picu inflasi
Berita lain dengan Judul: Pemerintah pertahankan subsidi daya untuk jaga daya beli masyarakat

Martha Herlinawati Simanjuntak
Kelik Dewanto
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close