Trending

ICDX catatkan volume transaksi 5,7 juta lot pada semester I-2024 - Beritaja

Sedang Trending 3 hari yang lalu
Kuncinya, semua pemangku kepentinganmampu bersama-sama, bekerja-sama untuk mengembangkan ekosistemnya

Jakarta (BERITAJA) -

Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) alias Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencatat transaksi sebanyak 5.724.852,55 Lot, dengan komposisi 4.917.608,55 Lot merupakan transaksi sistem perdagangan pengganti dan 807.244 Lot adalah transaksi multilateral.
 

Secara "notional value", sepanjang semester I-2024 tercatat sebesar Rp10.794 triliun, dengan komposisi Rp10.718 triliun di transaksi sistem perdagangan pengganti dan Rp76 triliun di transaksi multilateral.
 

"ICDX juga berkomitmen penuh untuk secara bersama-sama dengan otoritas serta pemangku kepentingan lain untuk terus mengembangkan ekosistem perdagangan berjangka komoditi. Indonesia mempunyai potensi besar mengenai pengembangan industri ini. Kuncinya, semua pemangku kepentinganmampu bersama-sama, bekerja-sama untuk mengembangkan ekosistemnya," kata Direktur Utama ICDX Fajar Wibhiyadi di Jakarta, Kamis.
 

Dalam kurun waktu Januari-Juni 2024 tersebut, transaksi multilateral didominasi oleh transaksi komoditas emas dengan perjanjian GOLDGR sebanyak 317.260 lot alias setara dengan 35 persen, dan perjanjian GOLDUDMic sebanyak 122.984 Lot alias setara dengan 15 persen.
 

Untuk tahun 2024, sampai dengan akhir tahun ICDX memproyeksikan total transaksi bakal mencapai 14.298.169 lot, naik 11,5 persen dibandingkan total transaksi tahun 2023 sebanyak 12.429.818 lot.
 

Pada 2022 total transaksi di ICDX sebanyak 10.162.685 lot, dan di tahun 2021 sebanyak 9.890.507 lot.
 

"Kami memandang transaksi multilateral ini mempunyai potensi besar untuk berkembang, danmampu dimanfaatkan oleh para pelaku upaya dalam melakukan lindung nilai serta mitigasi akibat atas nilai komoditas," ujarnya.
 

Terkait ekosistem di perdagangan berjangka komoditi, Kepala Biro Pengembangan dan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Tirta Karma Senjaya mengatakan investasi dalam perdagangan berjangka komoditi mempunyai akibat yang tinggi. Untuk itu, sistem perdagangan berjangka perlu dibarengi dengan pemahaman yang sangat baik.
 

Perdagangan berjangka komoditi mempunyai potensi sebagai suatu sistem lindung nilai, manajemen akibat sudah melangkah dan dapat diberlakukan juga pada komoditi unggulan di Indonesia.
 

Untuk mewujudkan perihal itu, maka komoditi tersebut mesti ditransaksikan di bursa berjangka dan ditopang oleh ekosistem industri perdagangan berjangka komoditi yang baik.
 

Menurut dia, ekosistem perdagangan berjangka komoditi di Indonesia memberikan elastisitas dan jasa yang lengkap, membuka kesempatan perdagangan yang lebih luas, tercatat dan membentuk tata kelola perdagangan yang setara dan transparan.
 

"Kami berambisi para pelaku industri di Indonesiamampu mengakselerasi bisnisnya dengan lebih maksimal ke depannya," tuturnya.
 


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close