Trends

Ibu pelaku pembakaran bayi di Madiun terancam hukuman 15 tahun penjara - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

"Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal berlapis. Yakni, Pasal 80 ayat (3), (4) atas UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 44 ayat (3) UURI Nomor 23 tahun 2004 ten

Madiun (BERITAJA.COM) - Kepala Satuan Reskrim Polres Madiun AKP Danang Eko Abrianto menyatakan IS (36), penduduk warga Desa Ngranget, Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur nan melakukan pembakaran bayinya saat baru dilahirkan terancam balasan pidana penjara hingga 15 tahun.

"Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dan dikenakan pasal berlapis. Yakni, Pasal 80 ayat (3), (4) atas UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, Pasal 44 ayat (3) UU Nomor 23 tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga, dan Pasal 341 KUHP. Hukuman maksimal 15 tahun penjara," ujar AKP Danang di Madiun, Selasa.

Selain telah ditetapkan sebagai tersangka, polisi juga telah memastikan nan berkepentingan tidak mengalami gangguan jiwa. Hal tersebut sesuai dengan hasil pemeriksaan nan melibatkan dr Kardimin, Sp.KJ RSUD dr Soeroto Ngawi.

"Kondisi IS sehat secara bentuk dan psikis. Dari hasil pemeriksaan, dia tak mengalami gangguan jiwa. Dalam kasus ini, dia terbukti membiarkan bayi laki-laki nan baru lahirkannya itu tanpa dirawat hingga akhirnya sang bayi meninggal dunia. Kemudian, IS membakarnya di tungku dapur," kata Danang.

Selain itu, polisi juga telah mendatangkan suami pelaku dari tempat kerjanya di Banyuwangi. Suaminya mengaku kaget dan tidak menyangka atas perbuatan istrinya nan tega membunuh bayinya sendiri.

"Hasil kroscek, motifnya tetap sama, lantaran sakit hati dituduh selingkuh oleh suaminya," katanya.

Untuk memperkuat pengakuan pelaku, Satuan Reskrim Polres Madiun saat ini tetap menunggu hasil tes DNA dari Jakarta. Tes DNA itu bermaksud untuk memastikan bayi nan dibakar apakah hasil hubungan dengan suami sah alias laki-laki lain.

Seperti diketahui, peristiwa pembakaran bayi tersebut dilakukan pada Senin, 6 Februari 2023. Saat itu, IS tidak tahu jika dia bakal melahirkan. Sebelum melahirkan, IS mengaku makan buah durian dan jambu. Setelah itu, dia merasa perutnya sakit dan kontraksi hingga akhirnya terjadi kelahiran.

Yang berkepentingan melahirkan sendiri bayinya di rumah tanpa pertolongan medis. IS membiarkan bayi malang itu hingga meninggal bumi usai melahirkannya di rumah orang tuanya. Saat itu, tidak ada orang di rumah.

Selesai melahirkan, bayinya diletakkan di lantai dan hanya diberi handuk. Bayi itu lampau meninggal dan IS beraktivitas seperti biasa, tapi tidak keluar rumah. Bayi nan telah meninggal itu kemudian dibakar di tungku.

Kemudian, sang ibu pelaku menanyakan soal perut IS nan sudah terlihat kempes. Namun, IS tak menjawab. Curiga ada nan tidak beres, sang ibu kemudian berteriak panik hingga akhirnya tetangga datang. Mereka kemudian mencari sang bayi hingga akhirnya ditemukan sudah menjadi arang di tungku dapur rumah, tinggal tersisa bagian tangan.

Mengetahui itu, IS lampau kabur ke rimba hingga akhirnya dia sukses diamankan penduduk dan kemudian diserahkan ke polisi.

Louis Rika Stevani

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close