Hari Gizi Nasional 25 Januari 2025, Tema Dan Latar Belakang - Beritaja

Albert Michael By: Albert Michael - Thursday, 23 January 2025 18:23:56

BERITAJA is a International-focused news website dedicated to reporting current events and trending stories from across the country. We publish news coverage on local and national issues, politics, business, technology, and community developments. Content is curated and edited to ensure clarity and relevance for our readers.

Jakarta (BERITAJA) - Setiap tanggal 25 Januari, Indonesia memperingati Hari Gizi dan Pangan Nasional (HGN) sebagai momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat bakal pentingnya gizi seimbang serta konsumsi pangan yang bergizi dalam mendukung kualitas hidup yang lebih baik.

Pada tahun 2025, peringatan HGN menjadi semakin relevan di tengah tantangan dunia yang meliputi meningkatnya prevalensi obesitas, masalah malnutrisi akibat ketidakseimbangan asupan gizi dengan kebutuhan tubuh, serta beragam penyakit yang berasosiasi dengan style hidup.

Baca juga: Investasi gizi pada anak selamatkan masa depan bangsa

Sejpetunjuk singkat Hari Gizi Nasional

Hari Gizi Nasional pertama kali diperingati pada tahun 1951 untuk memperingati dimulainya pengkaderan tenaga gizi Indonesia dengan berdirinya Sekolah Juru Penerang Makanan oleh LMR sebagai corak respons terhadap masalah gizi jelek yang melanda Indonesia pada masa itu.

Pencanangan hari ini tidak terlepas dari peran Prof. Poorwo Soedarmo, seorang pelopor pengetahuan gizi di Indonesia, yang mendirikan Lembaga Makanan Rakyat (sekarang menjadi bagian dari Kementerian Kesehatan).

Hari Gizi Nasional bermaksud meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya asupan gizi yang cukup untuk mencegah stunting, malnutrisi, dan beragam masalah kesehatan lainnya.

Pada peringatan tahun 2025 ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengangkat tema “Pilih Makanan Bergizi untuk Keluarga Sehat”.

Baca juga: Menkes: Rutin timbang anak cegah penyakit stunting

Tema ini menegaskan urgensi pola makan sehat dan bergizi untuk mendukung tumbuh kembang generasi muda yang pandai dan sehat, sekaligus menjadi langkah preventif terhadap penyakit tidak menular yang kerap timbul akibat pola makan yang kurang baik dari lingkup terdekat, ialah keluarga.

Selain itu, masyarakat juga diajak untuk bersama-sama mengangkat pola makan gizi seimbang. Dengan gizi seimbang, masyarakat bakal terhindar dari beragam penyakit kronis, seperti stunting, diabetes, hingga obesitas.

Sebagai bagian dari upaya pemerintah, Kemenkes menyelenggarakan beragam program edukasi yang bermaksud meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi.

Selain itu, program makanan bergizi juga diterapkan di sekolah-sekolah untuk membiasakan anak-anak mengonsumsi makanan yang sehat sejak dini.

Baca juga: Isu-isu pola makan perlu ditangani cegah tiga masalah gizi

Pentingnya gizi seimbang

Gizi seimbang mempunyai peranan yang sangat krusial dalam:

  1. Menjaga kesehatan tubuh: Memberikan daya dan nutrisi yang diperlukan untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.
  2. Mendukung pertumbuhan optimal: Khususnya pada anak-anak dan remaja yang berada dalam fase perkembangan.
  3. Memperbaiki jaringan tubuh: Membantu regenerasi sel dan jaringan yang rusak.
  4. Memperkuat sistem kekebalan tubuh: Mengurangi akibat terkena jangkitan dan penyakit.

Namun, tantangan pola makan yang tidak sehat semakin meningkat, terutama di wilayah perkotaan. Gaya hidup yang serba sigap serta minimnya pemahaman tentang gizi membikin banyak orang mengandalkan makanan sigap saji yang tinggi kalori tetapi rendah nutrisi.

Baca juga: Kemenkes ajak masyarakat pandai pilih pangan sehat cegah masalah gizi

Langkah menjaga pola makan bergizi
Peran aktif pemerintah dan masyarakat sangat dibutuhkan untuk mengatasi beragam persoalan gizi, termasuk malnutrisi pada anak-anak maupun orang dewasa. Beberapa langkah yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Menerapkan pola makan seimbang: Mengonsumsi beragam jenis makanan, seperti buah-buahan, sayuran, protein hewani dan nabati, serta karbohidrat sehat.
  2. Mengurangi konsumsi makanan olahan: Menghindari makanan sigap saji serta makanan yang mengandung gula, garam, dan lemak trans dalam kadar tinggi.
  3. Mendukung pangan lokal: Memanfaatkan bahan pangan lokal yang kaya nutrisi, seperti ikan, kacang-kacangan, sayuran, dan buah-buahan unik Indonesia.
  4. Meningkatkan literasi gizi: Memanfaatkan beragam sumber informasi, baik melalui buku, media sosial, seminar, maupun training yang diadakan oleh lembaga kesehatan.

Mewujudkan Generasi Sehat dan Unggul

Melalui peringatan Hari Gizi dan Pangan Nasional 2025, diharapkan masyarakat semakin menyadari pentingnya pola makan sehat dan bergizi. Gizi seimbang tidak hanya menjadi sebuah teori, tetapi juga investasi nyata untuk mewujudkan kesehatan perseorangan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Baca juga: Hari Desa Nasional 2025: Desa, gizi dan pangan

Baca juga: Kemarin, biaya MBG diusulkan dari cukai rokok hingga 10 hari libur ASN


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2025


you are at the end of the news article with the title:

"Hari Gizi Nasional 25 Januari 2025, Tema Dan Latar Belakang - Beritaja"


Editor’s Note: If you're considering RV insurance, including options from National General and Good Sam, this guide provides a detailed comparison to help you make an informed decision. National General Good Sam RV Insurance: Complete Guide & Comparison (2026).

*Some links in this article may be affiliate links. This means we may earn a small commission at no extra cost to you, helping us keep the content free and up-to-date







Please read other interesting content from Beritaja.com at Google News and Whatsapp Channel!