Trends

Hal yang dapat dilakukan pasien kemoterapi demi jaga cadangan ovarium - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Jakarta (BERITAJA.COM) - Pasien kanker nan menjalani kemoterapi dapat dilakukan penyimpanan beku sel telur demi menjaga persediaan ovariumnya, kata master ahli kebidanan dan kandungan konsultan fertilitas, endokrinologi dan reproduksi dr Mila M, Sp.OG(K), FER, PhD.

Mila nan berpraktik di RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo itu dalam live instagram RSCM Kencana, Senin, mengatakan kemoterapi menjadi salah satu aspek nan dapat menurunkan persediaan ovarium seorang wanita. Cadangan ovarium merujuk pada jumlah dan kualitas sel telur seorang wanita nan erat kaitannya dengan potensi reproduksi.

"Dokter dapat simpan kaku sel telur dan saat radiasi alias kemoterapi selesai, sel telurnya sudah semakin sedikit mereka (pasien) punya persediaan untuk program mengandung di kemudian hari. Walaupun di Indonesia belum ada regulasinya, tapi di kita umumnya menyimpan lantaran aspek mau kemoterapi alias radiasi," kata dia.

Berita lain dengan Judul: Pentingnya menilai persediaan ovarium untuk program bayi tabung

Nantinya, ketika para wanita ini sudah selesai pengobatan dan dinyatakan kankernya tidak bakal relapse alias kambuh, maka ovarium dapat ditransplantasikan.

Menurut dia, menyimpan sel telur dilakukan untuk menunda mempunyai anak dan tergolong perihal nan sebetulnya sudah lazim dilakukan. Sudah lebih dari 250.000 bayi lahir dengan metode ini.
​​​
"Kalau sel telur, jika laboratoriumnya cukup baik insya Allah tidak ada masalah. Tetapi ini memang sangat tergantung dari kekuatan laboratorium rumah sakit nan bersangkutan," tutur Mila.

Cara lain untuk menjaga persediaan ovarium ialah dengan melakukan ovarian transposition alias meningkatkan posisi ovarium sehingga condong tidak bakal terkena pengaruh radiasi. Ini biasanya dilakukan pada pasien kanker serviks nan tetap berumur muda.

"Itu hal-hal nan dapat dilakukan untuk memproteksi fertilitas pada pasien nan bakal menjalani kemoterapi," demikian ujar Mila.

Selain kemoterapi dan radiasi, persediaan ovarium seorang wanita juga bisa menurun lantaran kista cokelat. Kondisi ini bakal membunuh sel-sel telur besar sehingga terjadi pengambilan berlebihan dari sel telur nan merupakan persediaan ovarium.

Berita lain dengan Judul: Usia 33 tahun jadi masa reproduksi terbaik wanita



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close