Trends

Gubernur Ali Mazi harap inflasi Sultra tetap terkendali saat Ramadhan - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Kendari (BERITAJA.COM) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra)Ali Mazi berambisi inflasi di wilayah tersebut tetap terjaga dan terkendali saat memasuki hari besar keagamaan nasional (HKBN) bulan Suci Ramadhan dan Idul Fitri 1444 Hijriah.

"Sebagaimana pengpetunjukan Menteri Dalam Negeri dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi wilayah pada 27 Februari 2023, untuk memperhatikan pergerakan inflasi bulanan. Di bulan Maret 2023, terdapat potensi akibat inflasi terutama menjelang bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri nan perlu mendapatkan perhatian," kata Ali Mazi di Kendari, Selasa.

Gubernur Sultra Ali Mazi memberikan pengpetunjukan pada Rapat Koordinasi Inflasi Provinsi Sultra sebagai tindak lanjut aktivitas Rakor Inflasi Kemendagri untuk membahas mengenai potensi akibat kenaikan inflasi menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) Ramadhan dan Idul Fitri 2023.

Dia menyampaikan sebagai langkah konkret mitigasi potensi akibat gejolak nilai pangan di Sultra, kudu adanya aktivitas pengendalian inflasi di antaranya mendukung pengamanan stok persediaan beras pemerintah (CBP) sepanjang tahun 2023 menjelang panen raya padi di bulan Maret 2023.

Selanjutnya, menjaga jumlah pasokan minyak goreng di tingkat pemasok dan mengamankan jumlah pasokan di tingkat retail; Melaksanakan kerja sama antar wilayah (KAD) untuk menghubungkan wilayah surplus dan wilayah defisit pangan.

Kemudian meningkatkan komunikasi efektif melalui beragam publikasi untuk menjaga ekspektasi inflasi masyarakat menjelang HBKN Ramadhan dan Idul Fitri, antara lain intensifikasi publikasi aktivitas upaya lebih dari kepala wilayah maupun forkopimda mengenai dengan pengendalian inflasi.

"Penerbitan kebijakan harga, sidak pasar, operasi pasar, rapat koordinasi, intervensi harga, pemberian support perangkat dan sarana prasarana produksi pertanian, pemberian subsidi dan lainnya, ini juga kudu terus dilakukan," ujar dia

Menurutnya, meningkatkan gelombang operasi pasar alias pasar murah dan sidak pasar menjelang dan selama HBKN Ramadhan dan Idul Fitri, untuk memastikan kesiapan nilai dan kesiapan pasokan komoditas.

Kemudian, akomodasi aktivitas pangan murah nan disediakan oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas) dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan jumlah dan kualitas operasi pasar nan diselenggarakan dalam rangka pengendalian inflasi HBKN lebaran.

"Peningkatan efektivitas Program Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dalam pengendalian nilai pangan dan memitigasi kecurangan pada saat pendistribusian komoditas," ucap Ali Mazi.

Lebih lanjut Ali Mazi mengatakan bahwa pihaknya tidak memungkiri bahwa di tahun 2022 merupakan tahun nan cukup menantang akibat tingginya tingkat inflasi.

Disebutkan, inflasi di Sulawesi Tenggara sepanjang tahun 2022 menunjukkan nomor nan cukup tinggi, sebesar 7,39 persen nan diakibatkan oleh tingginya tiket pikulan udara.

Meski begitu, dirinya mengpenghargaan langkah Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di wilayah Sulawesi Tenggara nan bekerjasama dengan beragam mitra strategis termasuk Bank Indonesia nan telah proaktif merespon kenaikan inflasi melalui beragam aktivitas seperti penyelenggaraan pasar murah dan operasi pangan.

"Termasuk publikasi beragam surat info seperti pengendalian nilai minyak goreng, aktivitas menanam cabai, pemanfaatan olahan sampah sebagai substitusi BBM, upaya menjaga stabilitas nilai beras oleh Bulog," kata Ali Mazi.


Guido Merung
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close