Trends

Georgia tarik RUU agen asing setelah rakyat protes besar-besaran - BeritAja

Sedang Trending 11 bulan yang lalu
beritaja.com

Tbilisi (BERITAJA.COM) - Partai penguasa Georgia pada Kamis menyatakan bakal menarik tanpa syarat rancangan undang-undang (RUU) "agen asing" setelah negara pecahan Uni Soviet itu diguncang demonstrasi besar-besaran selama dua malam untuk menentang RUU tersebut.

Para demonstran menganggap RUU tersebut meniru undang-undang sejenis di Rusia nan bisa menghalangi Georgia berasosiasi dengan Uni Eropa, terutama setelah beberapa pejabat Uni Eropa mengkritik RUU itu.

Tahun lalu, Georgia adalah salah satu negara nan ditolak Uni Eropa untuk mendapatkan status negara calon anggota, selain Moldova dan Ukraina, dengan argumen ketiga negara itu lamban mereformasi politik dan sistem peradilan mereka.

Partai Georgian Dream menyatakan keputusan menarik RUU itu adalah untuk meredakan konfrontasi dengan masyarakat. Namun, partai tersebut juga mengecam kubu oposisi nan menyebarkan "kebohongan" mengenai RUU tersebut.

RUU tersebut mewajibkan organisasi Georgia nan menerima lebih dari 20 persen biaya dari luar negeri agar mendaftar sebagai “agen asing” lantaran jika tidak, bakal didenda.

Georgian Dream sendiri menyebut RUU tersebut diperlukan untuk membuka kedok mereka nan mengkritik Gereja Ortodoks Georgia yang merupakan salah satu lembaga  terkuat di negara itu.

Berita lain dengan Judul: Polisi Georgia berantem dengan demonstran penolak RUU "agen asing"

Delegasi Uni Eropa untuk Georgia menyambut langkah pemerintah Georgia itu dengan menyeru semua pemimpin politik Georgia memulai kembali reformasi pro Uni Eropa melalui langkah inklusif dan konstruktif.

Sementara itu, pada sebuah konvensi pers partai-partai oposisi setelah pembatalan RUU tersebut, perwakilan dari partai Droa nan berpatokan tengah, Giga Lemonjala, menegaskan protes bakal bersambung sampai pemerintah mengeluarkan kecaman resmi terhadap  RUU itu dan membebaskan semua demonstran nan ditahan.

Setelah Parlemen Georgia menyetujui RUU tersebut pada Selasa (7/3), puluhan ribu pengunjuk rasa melancarkan protes di depan gedung parlemen pada hari nan sama dan keesokan harinya.

Bentrok antara demonstran dan polisi dalam unjuk rasa ini menyebabkan kerusakan ringan pada gedung parlemen dan sebuah mobil polisi nan digulingkan demonstran. Sekitar 77 orang ditahan dalam protes Selasa.

Penentang RUU tersebut, termasuk Presiden Salome Zourabichvili nan berjanji bakal memveto RUU andaikan diloloskan parlemen, menyatakan RUU tersebut meniru UU sejenis di Rusia nan digunakan untuk meredam kritik terhadap pemerintah.

Pemerintah Georgia menyatakan RUU tersebut justru meniru UU pemasok asing Amerika Serikat nan disahkan pada 1930-an.

Oposisi Georgia sejak lama mengkritik kedekatan artai Georgian Dream dengan Rusia, padahal Rusia adalah pendukung kaum separatis Abkhazia dan Ossetia Selatan.

Berita lain dengan Judul: Georgia ceraikan Suriah lantaran akui separatis pro Rusia

Sumber: Reuters

:

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023





Baca Juga:
  • Bahasa Banjar Translate dan Artinya
  • Pantun Bahasa Banjar
  • 10 Tanda Baca dalam Alquran
  • Terkini! Waktu Sholat Banjarmasin
  • Lengkap A-Z, Rekomendasi Nama Nama Bayi Laki Laki Islami dan Artinya
  • Lengkap! A-Z, Nama Nama Bayi Perempuan Islami dan Artinya


  • Kategori:



    Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di



    close