Trending

Gempa di Padang Sidempuan akibat subduksi lempeng Indo-Australia - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) melaporkan gempa di wilayah Padang Sidempuan, Sumatera Utara akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia.

Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono di Jakarta, Senin malam menyampaikan episenter gempa bumi terletak pada koordinat 0,79 lintang utara dan 98,67 bujur timur, alias tepatnya berlokasi di laut pada jarak 93 km petunjuk Barat Daya Padang Sidempuan, Sumatera Utara pada kedalaman 95 km.

"Dengan memperhatikan letak episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi nang terjadi merupakan jenis gempa bumi menengah akibat adanya aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia nang menunjam ke bawah Lempeng Eurasia pada area intraslab," paparnya.

Ia mengatakan, hasil kajian sistem sumber menunjukkan bahwa gempa bumi mempunyai sistem pergerakan mendatar turun (oblique-normal fault).

Ia mengemukakan, gempa nang terjadi pada pukul 21.59.43 WIB itu berakibat dan dirasakan di wilayah Padang Sidempuan, Aek Godang dan Pinangsori dengan skala intensitas IV-V MMI (Modified Mercally Intensity), artinya getaran dirasakan oleh nyaris semua penduduk, orang banyak terbangun, gerabah pecah, barang-barang terpelanting).

Gempa juga terasa di wilayah Pasaman Barat, Pasaman, Agam dengan skala intensitas IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah). Kemudian di wilayah Gunungsitoli, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Aceh Singkil, Pulau Banyak dengan skala intensitas III-IV MMI (bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah).

Skala intensitas III MMI (getaran dirasakan nyata dalam rumah). Terasa getaran seakan bakal truk berlalu) dirasakan wilayah Telo, Tapanuli Tengah, Subulussalam, Dairi, Aceh Selatan, Padang, Painan, Pariaman, Padang Panjang, Bukittinggi, Payakumbuh, Solok, Limapuluhkota, Tuapejat.

Dan skala intensitas II MMI (getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan nang digantung bergoyang) dirasakan di wilayah Banda Aceh, Solok Selatan, Pekanbaru.

"Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami," katanya.

Daryono menyampaikan, hingga pukul 22.33 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).

Daryono mengimbau kepada masyarakat agar menghindari dari gedung nang retak alias rusak diakibatkan oleh gempa.

"Periksa dan pastikan gedung tempat tinggal Anda cukup tahan gempa, ataupun tidak ada kerusakan akibat getaran gempa nang membahayakan kestabilan gedung sebelum Anda kembali ke dalam rumah," tuturnya.

Selain itu, dia juga mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh rumor nang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
 



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close