Trending

Erick: Penggunaan bioetanol wujudkan swasembada energi ke depan - Beritaja

Sedang Trending 4 hari yang lalu

Jakarta (BERITAJA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menilai penggunaan bioetanol sebagai campuran pada bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin di Indonesiamampu menekan importasi dan mewujudkan swasembada daya ke depannya.

"Pemerintah mendorong penggunaan mobil listrik. Tetapi, di situ tidak cukup makanya didorong juga penggunaan bioetanol ke depan. Dan ini saya yakini tidak hanya pemerintah saat ini, pemerintah ke depan juga menginginkan swasembada daya yang sehat," kata Erick di sela menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR RI, di Jakarta, Rabu (10/7) malam.

Erick menyampaikan bahwa pemerintahan saat ini dan pemerintahan baru Presiden terpilih Prabowo Subianto bakal terus berupaya menekan importasi BBM.

Dia mengatakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah adalah dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik serta penggunaan bahan bakar dari bioetanol.

"Tapi kita memang berpendirian bahwa yang namanya impor BBM ini mesti dikurangi ke depan. Kita mesti swasembada energi," ucap Erick.

Baca juga: Erick: Pengetatan BBM subsidi menyesuaikan ekonomi masyarakat Indonesia

Erick menjelaskan bahwa dalam era digitalisasi saat ini, semakin banyak orang yang bakal beranjak ke mobil listrik, mengakibatkan berkurangnya jumlah mobil yang menggunakan bahan bakar fosil. Dia juga menyoroti bahwa penggunaan bahan bakar fosil tersebut dapat digantikan dengan bioetanol.

"Ini kan eranya sudah era digitalisasi saya rasa. Dan makin banyak yang kelak memakai mobil listrik, makin sedikit jumlah mobil yang menggunakan BBM. Penggunaan BBM-nya sendiri kelak ada dengan bioetanol," ucap Erick.

Menurut dia, penggunaan bioetanol dianggap sebagai pengganti yang positif ke depan lantaran memberikan potensi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, serta menyumbang pada upaya perlindungan lingkungan dan keberlanjutan energi.

"Nah ini yang kita rasa penggunaan (bioetanol) juga pengganti daripada bioetanol menjadi hal-hal yang saya rasa positif ke depan," tambah Erick.

Dalam kesempatan itu, Erick juga menanggapi mengenai revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 (Perpres 191) untuk membatasi pembelian bakar bakar minyak (BBM) subsidi.

Baca juga: Menteri BUMN raker Komisi VI DPR minta PMN Rp44,24 triliun di 2025

Menurut Erick, perihal itu dilakukan agar penyaluran BBM subsidi lebih tepat sasaran dan menyesuaikan dengan kondisi ekonomi masyarakat Indonesia yang berbeda-beda.

"Pembatasan tidak ada, kan jumlah masyarakat Indonesia makin banyak, tetapi kan segi keekonomian masing-masing masyarakat Indonesia berbeda-beda. Jadi, tepat sasaran yang lebih diutamakan," katanya.

Erick juga mengatakan bahwa Kementerian BUMN tidak terlibat dalam pengambilan keputusan terhadap kebijakan dari wacana tersebut. Tetapi dia menyebutkan, saat ini wacana tersebut tetap didiskusikan di antara kementerian terkait.

Kementerian BUMN mendukung langkah-langkah pemerintah dalam mengatur bantuan-bantuan yang semestinya didapat oleh masyarakat, termasuk listrik dan gas.

Selain itu, Erick juga berambisi agar perihal tersebut tidak menjadi polemik di tengah masyarakat. Apalagi, perihal itu sudah digodok nyaris setahun lebih, sehingga bukan sesuatu yang baru.

Baca juga: Komisi VI: PMN saat ini dari dividen BUMN, dulu dari utang negara

"Dengan sekarang keterbukaan informasi, dengan adanya juga yang namanya digitalisasi, saya rasa tidak perlu dikhawatirkan itu," kata Erick.


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close