Trending

Erick: Pembangunan IKN untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan - Beritaja

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Kenapa pemerintah membangun IKN? Tidak lain, ya tadi menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesenjangan agar ini (pembangunan)mampu lebih merata

Jakarta (BERITAJA) - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur sebagai upaya strategis pemerintah untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

"Kenapa pemerintah membangun IKN? Tidak lain, ya tadi menjaga pertumbuhan ekonomi dan kesenjangan agar ini (pembangunan)mampu lebih merata," kata Erick saat menghadiri rapat kerja dengan Komisi VI DPR, di Jakarta, Rabu (10/7) malam.

Menurut dia, IKN direncanakan sebagai pusat administratif baru yang bakal mengatasi ketimpangan pembangunan antarwilayah dan memperkuat prasarana nasional sehinggamampu berkapak pada pertumbuhan ekonomi.

Menurut Erick, IKN tidak hanya bakal menjadi ikon modernisasi infrastruktur, tetapi juga bakal memutus prinsip dan dugaan bahwa pembangunan hanya pada Jawa sentris.

Dia menegaskan bahwa selain di IKN, pemerintah berkomitmen untuk melakukan pembangunan yang tidak hanya berfokus kepada Jawa namun beragam wilayah di Indonesia.

"Contoh jalan tol yang di Sumatera masak mau berakhir dibangun, masa hanya di Jawa saja. Ini bukan lantaran saya orang Lampung, orang Sumatera. Tapi keseimbangan ekonomi, pertumbuhan ekonomi di Indonesia mesti bersambung di semua pulau," kata Erick.

Erick menambahkan bahwa pihaknya saat ini telah mengusulkan Penyertaan Modal Negara (PMN) senilai Ro44,24 triliun pada 2025, sebagai langkah strategis dalam mendukung pembangunan.

Usulan PMN yang telah disetujui Komisi VI DPR itu diharapkan tidak hanya bakal mempercepat proyek-proyek infrastruktur, tetapi juga untuk memastikan kelancaran transisi pemerintahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Presiden terpilih Prabowo Subianto tanpa kebingungan.

"Hari ini PMN alias penugasan yang nyaris mencakup 90 persen, PMN itu 90 persen itu penugasan. Nah, ini yang kita mau pastikan agar ke depan dalam transisi pemerintahan tidak ada kebingungan," kata Erick.

Baca juga: Erick: Industrialisasi krusial demi kemandirian ekonomi bangsa
Baca juga: Komisi VI: PMN saat ini dari dividen BUMN, dulu dari utang negara
Baca juga: Menteri BUMN raker Komisi VI DPR minta PMN Rp44,24 triliun di 2025


Editor: Mahfud
Copyright © BERITAJA 2024







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close