Trending

Entitas nikel Harita Group target pendapatan naik 100 persen usai IPO - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Jakarta (BERITAJA.COM) - Entitas konglomerasi upaya Harita Group di bagian pertambangan dan hilirisasi nikel PT Trimegah Bangun Persada Tbk (kode saham: NCKL) menargetkan pendapatan tumbuh 100 persen pada tahun 2023 setelah perseroan menggelar Initial Public Offering (IPO) pada April 2023.

“Kalau kami menggambarkan dengan angka, minimal peningkatan pendapatan itu dua kali lipat sudah pasti dibandingkan tahun 2022, tapi semua itu tergantung dengan nilai nikel di market, lantaran nilai sangat volatile,” ujar Direktur Keuangan NCKL Suparsin Darmo Liwan dalam konvensi pers di Grand Hyatt Hotel, Jakarta, Jumat.

Selain itu, perseroan menargetkan volume produksi feronikel meningkat empat kali lipat pada tahun 2023 ini usai perseroan menggelar IPO.

Pihaknya menjelaskan perseroan menawarkan saham perdana kepada beragam penanammodal asing di Asia, diantaranya Singapura, Hong Kong, hingga China, kemudian juga penanammodal dari Eropa nang meliputi Inggris dan negara lainnya.

“Serta kami melakukan roadshow secara virtual kepada penanammodal di Amerika Serikat (AS),” ujar Suparsin.

Pihaknya menyampaikan sebanyak 40 persen biaya hasil IPO bakal digunakan untuk shopping modal nang meliputi pembangunan pabrik pengolahan nikel, serta untuk mendukung penyelesaian bangunan proyek, menambah kapabilitas produksi, melunasi sebagian pinjaman, serta tambahan modal kerja perseroan.

Selain itu, perseroan bakal mengalokasikan saham sebanyak-banyaknya sebesar 0,5 persen alias 60,5 juta saham dari jumlah saham IPO untuk program alokasi saham kepada tenaga kerja perseroan (Employee Stock Allocation, ESA), dimana nilai penyelenggaraan ESA sama dengan nilai penawaran

Dalam IPO, NCKL menargetkan meraih biaya sebesar Rp9,7 triliun, dengan penawaran awal alias book building saham NCKL dimulai pada 15 Maret hingga 24 Maret 2023 dan secara resmi mencatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 12 April 2023

PT Trimegah Bangun Persada Tbk merupakan perusahaan dengan keahlian hulu dan hilir dalam industri nikel selama lebih dari 10 tahun di Pulau Obi, Halmahera Selatan, Maluku Utara.

Entitas dari konglomerasi upaya milik family Lim ini mencatatkan untung periode melangkah nang melesat 207,95 persen yoy dari Rp1,39 triliun per November 2021 menjadi Rp4,30 triliun per 30 November 2022, nang mana untung per saham ikut naik dari Rp23,16 per lembar saham menjadi Rp78,63.

Berita lain dengan Judul: Segera IPO, Trimegah Bangun Persada incar biaya Rp9,7 triliun
Berita lain dengan Judul: Vale bakal investasi Rp123,7 triliun di industri nikel Indonesia
Berita lain dengan Judul: Perusahaan China berupaya sorong peningkatan industri nikel Indonesia

 



COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close