Trending

Emas menguat, bertengger di atas 2.000 dolar AS untuk sesi kedua - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kenaikan terbaru emas adalah tanda bahwa pedagang tidak beranjak dari pandangan mereka bahwa suku kembang AS berada pada alias mendekati puncaknya dan memperkirakan bakal turun tahun ini

Chicago (BERITAJA.COM) - Harga emas kembali menguat pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB), memperpanjang untung untuk hari kedua berturut-turut dan memperkuat di atas level ilmu jiwa 2.000 dolar AS, lantaran dolar AS melemah di tengah tanda-tanda bahwa pasar kerja mungkin mulai mendingin.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Juni di bagian Comex New York Exchange, melonjak 37,80 dolar AS alias 1,89 persen menjadi ditutup pada 2.038,20 dolar AS per ounce, setelah menyentuh level tertinggi sesi di 2.043,40 dolar AS dan terendah di 1.994,00 dolar AS.

Emas berjangka terangkat 14,20 dolar AS alias 0,71 persen menjadi 2.000,40 dolar AS pada Senin (3/4/2023), setelah tergelincir 11,50 dolar AS alias 0,58 persen menjadi 1.986,20 dolar AS pada Jumat (31/3/2023), setelah terangkat 13,20 dolar AS alias 0,67 persen menjadi 1.997,70 dolar AS pada Kamis (30/3/2023).

Dolar AS melemah pada perdagangan Selasa (4/4/2023) lantaran info AS terbaru memicu kekhawatiran atas perlambatan ekonomi, dengan indeks dolar nang mengukur greenback terhadap enam mata duit utama lainnya turun 0,5 persen menjadi 101,5858.

Data ekonomi nang dirilis pada Selasa (4/4/2023) lebih lanjut mendukung emas. Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa lowongan pekerjaan AS turun dari 10,6 juta pada Januari menjadi 9,9 juta pada Februari, paling sedikit sejak Mei 2021 dan tanda bahwa pasar tenaga kerja mungkin mulai mendingin.

Departemen Perdagangan AS melaporkan bahwa pesanan AS untuk peralatan manufaktur turun 0,7 persen pada Februari, penurunan ketiga dalam empat bulan terakhir. Para ahli ekonomi memperkirakan untuk penurunan 0,6 persen.

"Kenaikan terbaru emas adalah tanda bahwa pedagang tidak beranjak dari pandangan mereka bahwa suku kembang AS berada pada alias mendekati puncaknya dan memperkirakan bakal turun tahun ini," kata Craig Erlam, analis di platform perdagangan daring OANDA, dikutip dari .

"Langkah itu bakal membawa rekor tertinggi di sekitar 2.070 dolar AS ke dalam konsentrasi nang tajam, tetapi itu mungkin berjuntai pada ekspektasi suku kembang di masa depan nang dikupas lebih jauh dan beberapa penghindaran akibat di pasar."

The Fed telah menambahkan 475 pedoman poin ke suku kembang AS selama 13 bulan terakhir, membawanya ke puncak 5,0 persen.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei naik 1,08 dolar AS alias 4,50 persen, menjadi ditutup pada 25,101 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Juli melonjak 32,60 dolar AS alias 3,27 persen, menjadi menetap pada 1.029,00 dolar AS per ounce.

Berita lain dengan Judul: Emas menguat lantaran dolar jatuh setelah info ekonomi AS melemah
Berita lain dengan Judul: Harga emas jatuh 11,50 dolar terseret oleh "greenback" nang lebih kuat
Berita lain dengan Judul: Harga emas Antam hari ini naik Rp5.000 per gram

:
Kelik Dewanto
COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close