Trending

DPRD ingatkan revitalisasi Pasar Kutabumi Tangerang harus prosedural - BeritAja

Sedang Trending 1 tahun yang lalu

Kami berambisi revitalisasi dari program pemerintah ini prosesnya sesuai dan tidak merugikan pedagang di pasar

Kabupaten Tangerang (BERITAJA.COM) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Banten, mengingatkan revitalisasi Pasar Kutabumi nang dilakukan Perumda Kerta Tirta Raharja kudu alim mengikuti  prosedur nang berlaku.

Ketua Komisi I DPR Kabupaten Tangerang, Muhamad Amud di Tangerang, Sabtu, mengatakan bahwa perihal itu dilakukan agar nantinya tidak merugikan penduduk pasar.

"Kami berambisi revitalisasi dari program pemerintah ini prosesnya sesuai dan tidak merugikan pedagang di pasar," kata Amud.

Menurut dia, sejauh ini pihaknya sudah mendengar keluhan pedagang di Pasar Kutabumi. Intinya mereka mau mendengar kejelasan dari rencana merevitalisasi pasar tersebut.

"Karena kami juga mendengar hal-hal lain (kejanggalan) dalam proses revitalisasi ini kan begitu," ujarnya.

Berita lain dengan Judul: Presiden Jokowi temui pedagang di Pasar Baros, Serang

Ia mengatakan dari hasil dengar pendapat dari para pedagang pasar disebutkan revitalisasi itu diduga banyak kejanggalan. Pasalnya, dalam program tersebut mereka tidak mendapatkan penjelasan secara konkret dari pihak pengelola pasar.

"Terlebih, rencana ini beredar menjelang Ramadhan dan setelah pandeni COVID-19 mereda, tetap kudu diperhatikan nasib para pedagang," katanya.

Ia mengungkapkan dengan adanya keluhan para pedagang tersebut maka pihaknya bakal melakukan pantauan langsung, lantaran sudah banyak pedagang nang mengadu ke lembaga legislatif.

"Jangan sampai pedagang ini dirugikan," tuturnya.

Dia menambahkan, tidak hanya Pasar Kutabumi, tetapi pihaknya juga bakal melakukan pengawasan terhadap pasar-pasar nang dikelola di bawah naungan Perumda Niaga Kerta Raharja.

"Jangan sampai pengelolaannya tidak sesuai, contohnya Pasar Kuta Bumi ini," kata dia.

Sebelumnya, sebanyak 500 pedagang Pasar Kutabumi, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang ramai-ramai menolak dilakukan revitalisasi karena mereka diwajibkan bayar ratusan juta rupiah.

Maka dari itu, para pedagang dan penduduk pasar pun mengadukannya ke DPRD setempat.

"Kami menolak untuk direlokasi lantaran tanpa ada urun rembuk dan sosialisasi. Ini keputusan sepihak dan dipungut biaya nang tinggi," demikian ucap salah satu pedagang di Pasar Kutabumi.

Berita lain dengan Judul: Pasar perumahan di Jabodebek dan Banten kuartal III alami penurunan

Berita lain dengan Judul: Pemkab Tangerang gelar pasar murah jelang Ramadhan

Azmi Syamsul Ma'arif

COPYRIGHT © BERITAJA.COM 2023







Silakan baca konten menarik lainnya dari Beritaja.com di
close